MARKET NEWS

Deretan Saham Paling Cuan di November, Emiten Petrokimia Ini Multibagger

TIM RISET IDX CHANNEL 30/11/2025 11:10 WIB

Pasar saham Indonesia mencatat deretan penguatan ekstrem sepanjang November. Sejumlah saham second liner dan third liner tampil sebagai top gainers.

Deretan Saham Paling Cuan di November, Emiten Petrokimia Ini Multibagger. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Pasar saham Indonesia mencatat deretan penguatan ekstrem sepanjang November. Sejumlah saham second liner dan third liner tampil sebagai top gainers, dengan kenaikan mencapai ratusan persen hanya dalam satu bulan terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) menjadi bintang utama dengan lonjakan fantastis 381,58 persen ke level Rp915 per unit.

Dengan kenaikan lebih dari tiga kali lipat hanya dalam sebulan, saham petrokimia ini resmi berstatus multibagger, usai sebelumnya bergerak sideways panjang dan kemudian memicu aksi spekulatif investor.

Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa lonjakan saham FPNI muncul seiring pemberitaan mengenai peresmian pabrik petrokimia terbesar di Asia Tenggara milik LCI oleh Presiden Prabowo pada 6 November lalu.

“Kenaikan saham FPNI dipicu oleh sentimen positif atas peresmian pabrik petrokimia Lotte Chemical Indonesia (LCI), bagian dari grup yang sama. Proyek LCI berpotensi memberi pasokan bahan baku lebih efisien bagi FPNI dan mengurangi ketergantungan impor,” kata BRI Danareksa.

Namun, analis BRI Danareksa menilai kenaikan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan perubahan fundamental.

“Lonjakan harga saat ini lebih karena euforia dan spekulasi jangka pendek, sementara dampak fundamental baru akan terlihat jika FPNI benar-benar memperoleh suplai langsung dari LCI yang bisa menekan biaya produksi,” imbuh BRI Danareksa.

Rapor teranyar, FPNI membukukan kinerja keuangan yang membaik signifikan hingga periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2025. Perseroan mencatat laba bersih sebesar USD5,55 juta, berbalik dari rugi USD2,92 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan FPNI tercatat sebesar USD233,9 juta, turun dari USD281,3 juta tahun lalu seiring tekanan harga dan permintaan. Namun, perseroan berhasil menekan beban serta mencatat keuntungan lain-lain, sehingga laba sebelum pajak berbalik positif menjadi USD4,20 juta dari rugi USD4,17 juta tahun sebelumnya.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat USD5,54 juta, dengan laba per saham dasar sebesar USD0,0010, berbanding rugi USD0,0005 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut laporan tahunan perseroan di 2024, FPNI berada di bawah kendali grup petrokimia global Lotte melalui struktur kepemilikan berlapis yang melibatkan entitas di Korea Selatan dan Malaysia. Berdasarkan prospektus perseroan, pengendali terakhir FPNI adalah Lotte Corporation (LC) yang berkedudukan di Korea Selatan.

LC memiliki 25,31 persen saham di Lotte Chemical Corporation (LCC). LCC kemudian menguasai 75,86 persen kepemilikan pada Lotte Chemical Titan Holding Berhad (LCTH) yang tercatat di Bursa Malaysia. Selanjutnya, LCTH menggenggam 100 persen saham Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. (LCTISB).

Melalui LCTISB inilah pengendalian terhadap FPNI dijalankan. LCTISB tercatat memegang 92,50 persen saham FPNI, sementara publik memiliki sekitar 7,5 persen saham perseroan.

Sementara itu, proyek cracker LCI di Cilegon sendiri berada di bawah Grup Lotte, di mana Lotte Chemical Titan Holding memegang 51 persen saham di LCI.

Di posisi kedua, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat penguatan 133,81 persen sebulan terakhir ke level Rp650 per unit di tengah rencana penambahan modal via rights issue jumbo. Perseroan menargetkan dana segar hingga Rp3,2 triliun.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh sebelumnya menilai aksi korporasi yang tengah disiapkan INET menjadi salah satu pemicu utama sentimen positif pasar. Ia membuka penjelasannya dengan menyoroti rencana rights issue perseroan.

“INET diketahui akan melakukan corporate action, yaitu rights issue dengan ratio 3:4,” ujarnya, Rabu (19/11/2025) lalu.

Saham properti Pakuan Tbk (UANG) berada di urutan ketiga dengan kenaikan 116,46 persen, didorong sentimen masuknya Happy Hapsoro belakangan ini.

Berikut daftar lengkap 10 saham dengan kenaikan terbesar selama November:

  1. Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI): 381,58 persen
  2. Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET): 133,81 persen
  3. Pakuan Tbk (UANG): 116,46 persen
  4. Bintang Oto Global Tbk (BOGA): 115,45 persen
  5. Sanurhasta Mitra Tbk (MINA): 113,87 persen
  6. Red Planet Indonesia Tbk (PSKT): 111,11 persen
  7. Folago Global Nusantara Tbk (IRSX): 107,62 persen
  8. Asri Karya Lestari Tbk (ASLI): 102,05 persen
  9. Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM): 88,64 persen
  10. Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR): 73,33 persen

Lonjakan harga yang drastis ini menunjukkan bahwa pasar kembali ramai dengan saham-saham berisiko tinggi yang menjadi sasaran momentum trading. Namun reli cepat seperti ini biasanya dibarengi potensi koreksi yang tak kalah agresif. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE