MARKET NEWS

Dian Siswarini Yakin Kinerja Saham TLKM Mentereng Berkat Transformasi

Anggie Ariesta 13/01/2026 10:43 WIB

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengungkapkan, apresiasi pasar tersebut merupakan buah dari kepercayaan investor terhadap transformasi besar-besaran.

Dian Siswarini Yakin Kinerja Saham TLKM Mentereng Berkat Transformasi. (Foto YouTube IDX Channel)

IDXChannel - Kinerja saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang positif sepanjang 2025 menjadi sorotan di kalangan investor. Bahkan, kapitalisasi pasar tercatat mengalami kenaikan Rp112 triliun.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengungkapkan, apresiasi pasar tersebut merupakan buah dari kepercayaan investor terhadap narasi transformasi besar-besaran yang sedang dijalankan perseroan.

Dian menjelaskan, 2025 merupakan titik awal dari perjalanan transformasi lima tahun ke depan yang disebut dengan visi Telkom 30. Strategi ini dirancang untuk menata ulang posisi perusahaan guna menghadapi tantangan hingga 2030.

"Tahun 2025 itu transformation journey-nya kami sebut Telkom 30 karena itu ada lima tahun sampai 2030. Pilarnya adalah perbaikan operational excellence. Yang dilakukan bukan saja memperbaiki bagaimana kami running the business, tapi juga tata kelola organisasi," ujarnya dalam program The Fundamentals IDX Channel, dikutip Selasa (13/1/2026).

Dian mengibaratkan langkah perseroan di 2025 seperti 'mundur sejenak' untuk mengevaluasi seluruh aspek fundamental, mulai dari tata kelola (governance) hingga budaya kerja, demi menyiapkan fondasi yang lebih kokoh.

Visi Telkom 30 memiliki objektif utama untuk meningkatkan Total Shareholder Return (TSR) yang akan bermuara pada peningkatan nilai kapitalisasi pasar (market cap). Dian menargetkan market cap Telkom pada 2030 tidak hanya tumbuh secara linear, melainkan bisa melonjak berlipat ganda.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Telkom akan fokus pada infrastruktur digital dan melakukan perampingan (streamlining) struktur grup.

Saat ini, kata Dian, Telkom tercatat memiliki lebih dari 60 anak usaha, di mana beberapa di antaranya dinilai sudah tidak sejalan dengan kekuatan utama (core strength) perseroan.

"Akan dilakukan perampingan supaya memang anak perusahaan yang dimiliki itu bergerak di dalam koridor telekomunikasi, koridor infrastruktur digital. Kami mengeliminasi hal-hal yang tidak ada hubungannya, yang tidak perlu atau yang tidak create value for the group," ujar Dian.

Selain perampingan, strategi ke depan juga mencakup perbaikan manajemen portofolio dan alokasi kapital yang lebih presisi. Perseroan akan mengidentifikasi lini bisnis mana yang mampu memberikan nilai tambah paling optimal bagi grup serta memperkuat sinergi antar anak perseroan.

Dian meyakini kenaikan harga saham TLKM yang terjadi belakangan ini adalah refleksi langsung dari kepercayaan investor terhadap 'cerita' baru yang ditawarkan Telkom.

"Apresiasi tadi diterjemahkan dalam harga saham. Jadi kan harga saham itu sebenarnya cerminan dari trust. Mereka like the story, they like the narrative, sehingga harga saham kami diapresiasi," katanya.

Dengan fokus pada infrastruktur digital sebagai kunci pertumbuhan, Telkom optimistis dapat bertransformasi menjadi entitas yang lebih ramping, lincah, dan memiliki nilai valuasi yang jauh lebih tinggi di masa depan.

(Dhera Arizona)

SHARE