MARKET NEWS

Direksi AMMN Borong Saham Saat Diskon, Begini Komentar Analis

Taufan Sukma Abdi Putra 09/07/2026 02:22 WIB

Aksi borong tersebut juga telah dilaporkan Perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026).

Direksi AMMN Borong Saham Saat Diskon, Begini Komentar Analis (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Jajaran direksi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terpantau tengah melakukan aksi beli terhadap saham Perseroan, sebagai bentuk akumulasi di tengah kondisi pasar modal domestik yang rawan tekanan.

Misalnya saja yang telah dilakukan oleh salah satu Direktur AMMN, Lal Naveen Chandra, yang pada perdagangan Senin (6/7/2026), diketahui memborong satu juta saham Perseroan, di level harga Rp3.565 per saham.

Aksi borong tersebut juga telah dilaporkan Perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026), di mana tujuan transaksi tersebut sepenuhnya dilakukan sebagai bentuk investasi pribadi.

Selain Lal, ada juga transaksi Direktur Utama AMMN, Arief Sidarto, yang membeli 1,6 juta saham Perseroan pada 30 Juni 2026, dan juga Direktur AMMN, Anthony Mathias, yang turut mengakumulasi 1,69 juta saham dalam periode 1–2 Juli 2026 lalu.

"Aksi beli oleh direksi ini dapat dibaca sebagai sinyal kolektif, jadi bukan sekadar aksi individual, di mana hal ini bisa mengindikasikan bahwa manajemen melihat prospek masa depan perusahaan yang positif, dengan kinerja bisnis yang solid," ujar Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta, dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).

Indikasi tersebut, menurut Nafan, terutama dapat disimpulkan lantaran aksi borong saham dilakukan di tengah kondisi pasar yang relatif sedang tertekan oleh sentimen makro dan capital outflow asing.

Sehingga, dengan kondisi pasar yang kurang kondusif itu, disebut Nafan berpotensi menekan kinerja saham AMMN, sehingga bergerak dengan arah pergerakan yang tidak mencerminkan fundamental atau kondisi bisnis perusahaan yang sebenarnya.

Analisis tersebut sejalan dengan laporan analisis mendalam (initiation report) yang dirilis oleh BRI Danareksa Sekuritas yang memberikan rekomendasi Buy dengan target harga Rp6.000 per saham.

Salam analisis tersebut, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey Eko Nugroho, menyebut AMMN memasuki fase pertumbuhan kinerja yang signifikan pada 2026, didorong oleh ramp-up produksi Fase 8 Tambang Batu Hijau serta optimalisasi fasilitas hilirisasi berupa smelter tembaga dan Precious Metal Refinery (PMR).
 
Riset tersebut memproyeksikan pendapatan AMMN pada 2026 mencapai sekitar USD4 miliar atau tumbuh 117 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan EBITDA diperkirakan naik 97 persen menjadi sekitar USD2 miliar.

Target harga tersebut disusun menggunakan metode valuasi Sum of the Parts yang turut memperhitungkan potensi pengembangan Proyek Elang di masa mendatang.
 
Meski demikian, sejak awal tahun, harga saham AMMN sebenarnya melorot 44,28 persen secara year to date (ytd) ke level Rp 3.580 per saham, hingga Senin (6/7/2026). Namun, dalam sebulan terakhir, harga saham AMMN masih mampu tumbuh sebesar delapan persen.
 
Nafan menambahkan, apresiasi harga saham AMMN disebabkan oleh kuatnya pengaruh kenaikan harga emas dan tembaga dunia seiring masifnya kebutuhan komoditas tembaga sebagai komponen kendaraan listrik dan data center.

AMMN memiliki spesialisasi komoditas tembaga dan emas dengan kadar bijih yang tinggi, leverage mereka terhadap kenaikan harga komoditas global menjadi sangat sensitif.

"Dari sisi fundamental, kinerja operasional Amman dalam beberapa tahun terakhir masih relatif solid. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki daya tahan yang cukup baik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk volatilitas harga komoditas maupun dinamika ekonomi global," ujar Nafan.

Karenanya, bila kemudian tren produksi, efisiensi operasional, dan prospek proyek pengembangan dapat dipertahankan untuk tetap berjalan sesuai rencana, maka Nafan yakin bahwa fundamental tersebut bakal berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan dan harga saham dalam jangka menengah hingga panjang.

(taufan sukma)

SHARE