MARKET NEWS

Divestasi KMS Rampung, PTRO Suntik Modal Rp1,19 Triliun ke Singaraja (SINI)

Desi Angriani 24/07/2026 09:55 WIB

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Petrosea di SINI meningkat menjadi 19,88 persen.

Divestasi KMS Rampung, PTRO Suntik Modal Rp1,19 Triliun ke Singaraja (SINI) (Foto: dok PTRO)

IDXChannel - PT Petrosea Tbk (PTRO) menuntaskan partisipasinya dalam pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melalui penyertaan modal Rp1,19 triliun. 

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Petrosea di SINI meningkat menjadi 19,88 persen. Sejalan dengan investasi tersebut, Petrosea juga telah merampungkan divestasi 99,99 persen saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada SINI.

"Ke depan, kami meyakini bahwa industri pertambangan batu bara tetap menjadi tulang punggung sumber energi yang terjangkau, serta mendukung ketahanan energi nasional," ujar Presiden Direktur Petrosea Michael dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (24/7/2026).

KMS merupakan perusahaan induk yang memiliki penyertaan saham pada PT Cristian Eka Pratama (CEP), perusahaan tambang batu bara pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) yang beroperasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Dengan rampungnya transaksi tersebut, CEP yang sebelumnya menjadi bagian dari portofolio aset Petrosea kini resmi beralih ke SINI. Akuisisi tersebut merupakan salah satu penggunaan dana hasil rights issue yang dilakukan SINI.

Masuknya CEP juga memperkuat portofolio aset tambang SINI sehingga perseroan kini memiliki sejumlah aset yang mencakup PT Persada Kapuas Prima (PKP), PT Pasir Bara Prima (PBP), PT Pesona Bara Cakrawala (PBC), PT Cakrawala Bara Persada (CBP), serta CEP.

Mayoritas aset ini berada di Kalimantan Tengah, sementara CEP beroperasi di Kalimantan Timur. CEP, PBP, PBC, dan CBP juga merupakan klien jasa kontrak pertambangan Petrosea.

Sementara itu, SINI dalam klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan konsesi tambang batu bara PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) akan memiliki masa operasi (life of mine) hingga sekitar 2038.

Volume produksi tahunan pada konsesi tambang tersebut akan ditingkatkan dari sekitar 1 juta ton per tahun pada tahap awal menjadi sekitar 5 juta ton per tahun saat mencapai kapasitas produksi optimal.

Dengan demikian, KMS akan membukukan pendapatan sebesar USD52 juta pada 2026 dan meningkat menjadi sekitar USD159 juta pada 2027.

Realisasi tersebut diperkirakan memberikan kontribusi pendapatan sekitar 21,4 persen terhadap pendapatan konsolidasi SINI pada 2026 dan meningkat menjadi sekitar 27,1 persen pada 2027.

(DESI ANGRIANI)

SHARE