MARKET NEWS

Dua Anak Usaha ARKO Garap PLTA Pongbembe Senilai Rp287,98 Miliar

Desi Angriani 11/09/2026 08:35 WIB

PLTA Pongbembe ditargetkan dapat beroperasi secara komersial dalam waktu 4-5 tahun setelah konstruksi dimulai.

Dua Anak Usaha ARKO Garap PLTA Pongbembe Senilai Rp287,98 Miliar (Foto: dok ARKO)

IDXChannel - PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mengumumkan dua anak usahanya, PT Arkora Ekon Indonesia dan PT Nosu Hydro menandatangani perjanjian konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pongbembe berkapasitas 20 Megawatt (MW) senilai Rp287,98 miliar.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada 7 September 2026, di mana Aekon dan Nosu merupakan sesama anak perusahaan terkendali ARKO.

Manajemen menyebut, transaksi antarentitas ini mempermudah komunikasi dan konsolidasi, menjaga kerahasiaan strategi bisnis, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.

"Nosu dan Aekon akan lebih mudah dalam melakukan komunikasi dan konsolidasi kepentingan karena masih dalam satu grup perusahaan," tulis manajemen ARKO dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (9/9/2026).

Direktur Utama Arkora Hydro Aldo Artoko sebelumnya mengatakan, PLTA Pongbembe ditargetkan dapat beroperasi secara komersial dalam waktu 4-5 tahun setelah konstruksi dimulai.

Selain proyek PLTA Pongbembe, ARKO terus memperluas portofolio pembangkit energi terbarukan melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Perseroan sebelumnya mengumumkan penambahan tiga proyek PLTS dengan total kapasitas 34 Megawatt peak (MWp) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas total 28,3 Megawatt hour (MWh).

Tiga proyek tersebut diperoleh melalui perjanjian operational lease dengan PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC), PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), dan PT Bintan Resort Cakrawala (BRC). Transaksi dilakukan melalui PT Endorshine Energi Matahari (EEM), anak usaha ARKO yang berfokus pada pengembangan proyek PLTS.

Dari lima proyek PLTS yang dimiliki ARKO, tiga proyek yang diperoleh melalui perjanjian operational lease dengan BIC, BIIE, dan BRC akan dilengkapi dengan BESS berkapasitas total 28,3 MWh.

Saat ini, ARKO memiliki portofolio enam proyek PLTA dan lima proyek PLTS. Enam proyek PLTA tersebut memiliki total kapasitas 62,8 MW, sedangkan lima proyek PLTS memiliki total kapasitas 55,3 MWp.

Dengan demikian, total kapasitas pembangkit terkontrak ARKO saat ini mencapai 118,1 MW.

(DESI ANGRIANI)

SHARE