MARKET NEWS

Dukung Ketahanan Energi, RATU Terus Buru Aset Migas Baru

Rahmat Fiansyah 15/04/2026 08:40 WIB

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) terus meningkatkan upaya akuisisi aset hulu migas baru, baik di dalam maupun luar negeri.

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) terus meningkatkan upaya akuisisi aset hulu migas baru, baik di dalam maupun luar negeri. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) terus meningkatkan upaya akuisisi aset hulu migas baru, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini sejalan dengan momentum kuatnya dukungan investor serta komitmen perseroan dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kami akan meningkatkan upaya akuisisi mengingat dukungan yang sangat baik dari investor selama penerbitan obligasi dan sukuk baru-baru ini. Di sisi lain, kami juga memiliki fleksibilitas pendanaan melalui fasilitas perbankan maupun opsi penerbitan saham baru," kata Presiden Direktur RATU, Sumantri Suwarno melalui keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).

RATU saat ini sedang mengevaluasi beberapa aset migas baik di dalam maupun luar negeri. Evaluasi ini diharapkan bisa dilakukan satu atau dua perjanjian pembelian bersyarat, jika memenuhi parameter investasi yang telah ditetapkan.

Tepat setahun setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Januari 2025, RATU mencatat pertumbuhan laba sebesar 10 persen menjadi USD 15,26 juta pada tahun 2025, di tengah langkah efisiensi operasional yang konsisten dan terukur.

Dari sisi pengembangan bisnis, RATU telah memenangkan tender internasional atas penjualan 100 persen saham SMS Development Limited (SMSD), perusahaan yang memiliki 20 persen kepemilikan di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), operator Blok Madura Strait. Akuisisi ini memperkuat posisi RATU sebagai perusahaan investasi hulu migas yang terus bertumbuh secara anorganik.

Sementara dari sisi pendanaan, RATU menerbitkan Obligasi I dan Sukuk Wakalah I RATU Tahun 2026 dengan nilai Rp800 miliar. Penerbitan surat utang tersebut mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) 6,8 kali dengan total permintaan investor mencapai Rp5,46 triliun. Hal ini menunjukkan keyakinan kuat pasar terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perseroan. 

Ke depan, RATU akan terus mengoptimalkan struktur pendanaan melalui kombinasi obligasi, sukuk, fasilitas kredit perbankan, dan instrumen pasar modal lainnya guna mendukung strategi ekspansi aset yang agresif dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE