MARKET NEWS

Dukung Pengembangan Industri Waste to Energy, VKTR Lakukan Ini

Taufan Sukma Abdi Putra 04/02/2026 19:37 WIB

upaya integrasi mobilitas listrik ke dalam rantai nilai WtE menunjukkan bahwa sektor transportasi dapat berperan dalam mendukung transisi energi Indonesia.

Dukung Pengembangan Industri Waste to Energy, VKTR Lakukan Ini (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) terus berupaya mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Salah satunya dengan memaksimalkan pemanfaatan keberadaan kendaraan listrik di berbagai sektor industri. Seperti halnya dengan menggandeng PT Panah Perak Megasarana (PPM), yang notabene merupakan salah satu pelaku industri pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy/WtE).

Melalui kerja sama ini, VKTR akan menyediakan layanan transportasi bagi PT PPM berupa truk listrik untuk distribusi pelet biomassa, yang merupakan bahan bakar padat terbarukan berbentuk silinder kecil, dan dibuat dari biomassa terkompresi seperti serbuk gergaji, limbah kayu, dan residu pertanian.

"Kemudian, pelet biomassa ini selanjutnya akan diolah oleh PT PLN Energi Primer Indonesia menjadi energi," ujar Direktur VKTR, Bimo Kurniatmo, dalam keterangan resminya, Rabu (4/2/2026).

Menurut Bimo, upaya integrasi mobilitas listrik ke dalam rantai nilai WtE ini menunjukkan bahwa sektor transportasi juga dapat berperan langsung dalam mendukung transisi energi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Bimo  dalam rangkaian VKTR Day, sebuah kegiatan kegiatan gathering yang digagas oleh VKTR untuk mempertemukan seluruh stakeholder dan mitra strategis, mulai pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Dengan mengangkat tema From Local Manufacturing to National Impact, kegiatan ini diharapkan dapat menegaskan peran Perseroan sebagai manufaktur kendaraan listrik dalam negeri yang telah bergerak dari tahap pengembangan menuju implementasi nyata.

"Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat bergantung pada satu pemangku kepentingan saja. Diperlukan kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, lembaga riset, dan asosiasi agar manufaktur lokal mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan," ujar Chief Executive Officer VKTR, Anindra Ardiansyah Bakrie, dalam kesempatan yang sama.

Dalam rangkaian acara tersebut, VKTR juga menggelar sesi talkshow yang menghadirkan perwakilan dari lembaga riset, regulator, dan asosiasi industri, dengan menyoroti pentingnya sinergi kebijakan, kesiapan industri, implementasi kendaraan listrik di lapangan, dan dampaknya bagi sosial dan lingkungan.

"Penguatan manufaktur lokal merupakan fondasi strategis dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Forum ini mencerminkan bagaimana kebijakan, kesiapan industri, dan implementasi di lapangan harus berjalan secara paralel,: ujar Ardi Bakrie.

(taufan sukma)

SHARE