MARKET NEWS

Gelar RUPS, Bali Towerindo (BALI) Sepakat Bagi Dividen Rp118 Miliar

Taufan Sukma Abdi Putra 05/06/2026 19:24 WIB

BALI saat ini merupakan penyedia menara terbesar di Bali dan salah satu operator micro cell pole (MCP) terbesar di Jakarta.

Gelar RUPS, Bali Towerindo (BALI) Sepakat Bagi Dividen Rp118 Miliar (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) baru saja merampungkan gelaran Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Jumat (5/6/2026), dengan telah menyepakati sejumlah keputusan penting.

Salah satunya terkait pembagian dividen tunai Perseroan untuk tahun buku 2025, yaitu sebesar Rp118,03 miliar, atau setara dengan RP30 per saham.

"RUPS menyetujui pembagian dividen Rp30 per saham dari laba bersih tahun buku 2025," ujar Wakil Direktur Utama BALI, Lily Hidayat, dalam Paparan Publik (Public Expose/PE) Perseroan, yang digelar pasca RUPS.

Sementara terkait kinerja di 2026, emiten infrastruktur telekomunikasi tersebut juga telah memasang target pendapatan minimal sebesar Rp1,22 triliun hingga akhir tahun.

Sementara untuk target EBITDA margin ditetapkan meningkat 69,49 persen dari tahun sebelumnya. Target tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan bisnis infrastruktur digital dan telekomunikasi di Indonesia.

Sepanjang 2025, BALI membukukan pendapatan sebesar Rp1,239 triliun, atau tumbuh 18,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA tercatat mencapai Rp834 miliar dengan EBITDA margin berada di level 67 persen.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp182,28 miliar pada 2025. Laba bersih BALI tersebut naik 26,35 persen dari Rp144,27 miliar pada 2024. 
"Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja berbagai lini bisnis yang mencakup penyewaan menara telekomunikasi, transmisi dan bandwidth, operation and maintenance (O&M), layanan fiber-to-the-x (FTTX), data center hingga layanan Very Small Aperture Terminal Remote Terminal Ground Segment (VSAT RTGS)," ujar Lily.

Sementara untuk segmen seluler, Lily menjelaskan bahwa BALI saat ini merupakan penyedia menara terbesar di Bali dan salah satu operator micro cell pole (MCP) terbesar di Jakarta.

Seluruh menara yang dimiliki perseroan telah terhubung dengan jaringan fiber optik dan/atau microwave untuk mendukung kebutuhan jaringan 4G dan 5G.

Sedangkan pada segmen non-seluler, Perseroan menyediakan layanan internet dan konektivitas berbasis fiber optik, data center, serta solusi telekomunikasi bagi pelanggan korporasi dan instansi pemerintah.

Hingga akhir 2025, BALI mengelola 3.762 site menara dengan total 1.899 penyewa. Pada bisnis FTTX, jumlah home-passed mencapai 274.311 unit dengan 59.956 pelanggan residensial dan 1.452 pelanggan korporasi.

Di lain pihak, jumlah titik VSAT RTGS yang telah beroperasi mencapai 6.282 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Untuk menopang pertumbuhan tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp239 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk menambah sekitar 62 unit menara MCP, membangun sekitar 500 titik VSAT RTGS baru, serta memperluas jaringan FTTX melalui penambahan sekitar 20.000 home-passed.

Manajemen BALI juga akan memperkuat strategi pemasaran yang lebih berorientasi pada pelanggan, mengoptimalkan kolokasi menara, meningkatkan kualitas layanan dan keandalan jaringan, serta mempercepat ekspansi fiber optik di wilayah padat penduduk.

Selain itu, perseroan akan melanjutkan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk pengembangan infrastruktur MCP guna mendukung digitalisasi dan konsep kota cerdas di berbagai daerah. 
"Kami optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Lily.

Dengan kombinasi pembagian dividen, ekspansi infrastruktur digital, dan diversifikasi bisnis, BALI berharap dapat menjaga pertumbuhan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan konektivitas dan transformasi digital nasional.

(taufan sukma)

SHARE