MARKET NEWS

Harga CPO Catat Kenaikan Tiga Pekan Beruntun

TIM RISET IDX CHANNEL 21/03/2026 14:00 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) ditutup menguat lebih dari 1 persen pada Kamis (19/3/2026) lalu, memperpanjang kenaikan menjadi tiga pekan.

Harga CPO Catat Kenaikan Tiga Pekan Beruntun. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) ditutup menguat lebih dari 1 persen pada Kamis (19/3/2026) lalu, memperpanjang kenaikan menjadi tiga pekan berturut-turut.

Penguatan ini ditopang oleh kenaikan minyak nabati di Dalian, meski aksi ambil untung menahan laju kenaikan dalam pekan perdagangan yang terpotong libur.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik 1,86 persen, menjadi 4.612 ringgit Malaysia per ton. Dalam sepekan, CPO menguat 0,96 persen.

Perdagangan libur pada Jumat (20/3) untuk merayakan Idulfitri dan akan kembali dilanjutkan pada 24 Maret mendatang.

Seorang trader berbasis di Kuala Lumpur mengatakan harga minyak sawit bergerak lebih tinggi mengikuti penguatan minyak nabati di Dalian, namun aksi ambil untung mulai muncul menjelang libur panjang Idulfitri.

"Sejumlah pelaku pasar juga memilih menepi selama akhir pekan panjang, sehingga membatasi potensi kenaikan lebih lanjut," ujar trader tersebut, seperti dikutip Reuters.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,12 persen, sementara kontrak minyak sawitnya turun 0,43 persen.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,4 persen.

Minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing dalam pangsa pasar minyak nabati global.

Harga minyak mentah melonjak, dengan Brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sepekan, dan sempat di atas USD115 per barel, setelah Iran menyerang fasilitas energi di Timur Tengah menyusul serangan Israel ke ladang gas South Pars, menandai eskalasi besar konflik.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC) menyebut harga crude palm oil diperkirakan bertahan di atas 4.450 ringgit per ton dalam jangka pendek, didukung kenaikan harga energi dan ketidakpastian di Timur Tengah.

Produsen pupuk Malaysia mulai menangguhkan pesanan baru akibat gangguan rantai pasok dan kekurangan bahan baku imbas konflik, yang berpotensi mendorong kenaikan biaya produksi bagi produsen minyak sawit. (Aldo Fernando)

SHARE