IDXChannel – Saat saham-saham konglomerasi cenderung mengalami tekanan sepanjang Ramadan 2026, sementara emiten energi milik konsorsium Garibaldi ‘Boy’ Thohir justru bergerak berlawanan arah.
Kenaikan harga batu bara hingga aluminium yang dipicu konflik di Timur Tengah menjadi katalis utama penguatan saham-saham Grup Adaro.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Selasa (17/3/2026), saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) diperdagangkan di level Rp10.500 per saham.
Dalam sebulan terakhir, saham ini melonjak 20,69 persen, berbanding terbalik dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 14,11 persen ke level 7.106,84 pada periode yang sama.
Penguatan tersebut mencerminkan kekuatan relatif saham AADI terhadap pasar secara keseluruhan yang sedang tertekan.