IDXChannel - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat tingginya volatilitas pasar global pada kuartal II 2026 justru membuka ruang peluang bagi investor. Dalam situasi yang dinamis ini, investor dinilai perlu tetap aktif sekaligus selektif dalam merancang strategi investasi.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa arah pasar masih dipengaruhi oleh dinamika suku bunga global dan ketidakpastian geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah, misalnya, berdampak pada jalur perdagangan global, memicu tekanan inflasi, dan menahan laju pertumbuhan ekonomi.
“Volatilitas merupakan bagian dari dinamika global, namun dengan fundamental domestik yang masih relatif terjaga, peluang investasi di pasar Indonesia masih terbuka,” ujar Rully kepada media, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, ruang pelonggaran suku bunga diperkirakan terbatas seiring tekanan inflasi dan harga minyak, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 masih diproyeksikan berada di kisaran 5 persen.
Dari sisi teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 7.346–7.447 dan resistance 7.677–7.774 dalam jangka pendek. Mirae Asset juga menyoroti sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menarik untuk akumulasi, seperti ADRO, BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, dan EXCL.