Kinerja operasional AADI pada 2025 dinilai solid, dengan produksi mencapai 68,7 juta ton atau naik 4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sementara penjualan meningkat 6 persen YoY menjadi 71,9 juta ton.
Di saat yang sama, perusahaan berhasil menekan cash cost hingga 11 persen YoY sehingga mendukung efisiensi operasional.
Meski demikian, EBITDA 2025 tercatat sebesar USD1,14 miliar atau turun 9 persen YoY akibat rata-rata harga jual (ASP) batu bara yang lebih lemah. Namun, efisiensi operasional membantu menjaga margin perusahaan tetap relatif kuat.
Untuk 2026, AADI menargetkan volume produksi sekitar 70 juta ton atau naik sekitar 1,9 persen YoY, meski masih menunggu persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
BRI Danareksa Sekuritas juga memperkirakan laba perusahaan pada periode 2026-2027 berpotensi meningkat sekitar 44 hingga 84 persen, seiring asumsi harga batu bara yang lebih tinggi.