MARKET NEWS

Harga CPO Melemah, Tertekan Penurunan Minyak Nabati Pesaing

TIM RISET IDX CHANNEL 30/07/2026 15:20 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada perdagangan Kamis (30/7/2026).

Harga CPO Melemah, Tertekan Penurunan Minyak Nabati Pesaing. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Pelemahan dipicu oleh turunnya harga minyak nabati pesaing yang membebani sentimen pasar.

Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives turun 0,28 persen menjadi 4.651 ringgit Malaysia per ton pada jeda perdagangan siang.

Seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan, dikutip Reuters, kontrak berjangka CPO bergerak lebih rendah mengikuti pelemahan tipis di pasar minyak biji-bijian (oilseed) pesaing.

Menurutnya, kontrak acuan Oktober bergerak lesu sepanjang sesi pagi dengan aktivitas perdagangan yang masih di bawah rata-rata karena pelaku pasar memilih bersikap hati-hati.

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,32 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,01 persen.

Kemudian, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) terkoreksi 0,33 persen.

Pergerakan harga minyak sawit umumnya mengikuti arah harga minyak nabati pesaing karena saling bersaing dalam memenuhi permintaan pasar minyak nabati global.

Sementara itu, harga minyak mentah memangkas sebagian kenaikan sebelumnya meski serangan di kawasan Teluk meningkat.

Fokus investor beralih pada kelancaran pasokan melalui jalur-jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut.

Pelemahan harga minyak mentah juga mengurangi daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.

Di sisi lain, nilai tukar ringgit Malaysia, mata uang acuan perdagangan minyak sawit, menguat 0,05 persen terhadap dolar AS.

Penguatan ini membuat harga minyak sawit menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Sentimen pasar juga dipengaruhi kebijakan Indonesia yang meningkatkan alokasi biodiesel berbasis minyak sawit menjadi 16,75 juta kiloliter pada 2026 untuk memenuhi tambahan permintaan dari implementasi mandatori B50 yang mulai berlaku pada awal bulan ini. (Aldo Fernando)

SHARE