MARKET NEWS

Harga CPO Naik 3 Hari Beruntun, Pasar Pantau Data Produksi

TIM RISET IDX CHANNEL 22/04/2026 15:20 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia kembali menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu (22/4/2026).

Harga CPO Naik 3 Hari Beruntun, Pasar Pantau Data Produksi. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia kembali menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu (22/4/2026), didorong kenaikan harga minyak nabati pesaing, meski potensi peningkatan produksi diperkirakan membatasi ruang kenaikan lebih lanjut.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,83 persen menjadi 4.597 ringgit per ton pada jeda perdagangan siang. Penguatan ini memperpanjang kenaikan 2,45 persen dalam dua hari sebelumnya.

Seorang trader di Kuala Lumpur menyebut, sebagaimana dikutip Reuters, sentimen pasar masih cenderung positif, ditopang oleh penguatan harga olein sawit di Dalian serta minyak kedelai di Chicago.

Namun, pergerakan harga diperkirakan tetap volatil di tengah ketidakpastian pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pelaku pasar kini menanti data produksi dari Malaysian Palm Oil Association untuk mendapatkan arah yang lebih jelas. Proyeksi peningkatan output dinilai dapat menahan laju kenaikan harga dalam waktu dekat.

Dari sisi permintaan, Indonesia tercatat mengonsumsi 3,9 juta kiloliter biodiesel berbasis sawit hingga 13 April tahun ini, seiring persiapan peningkatan mandatori campuran biodiesel oleh pemerintah.

Sementara itu, harga minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 1,3 persen, dan kontrak minyak sawitnya melonjak 2,16 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga bergerak tipis naik 0,18 persen.

Sebagai komoditas yang bersaing di pasar minyak nabati global, harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati lain.

Di sisi lain, pelemahan ringgit Malaysia sebesar 0,15 persen terhadap dolar AS turut membuat harga CPO lebih kompetitif bagi pembeli luar negeri. (Aldo Fernando)

SHARE