Harga CPO Naik, LSIP Bukukan Laba Rp891 Miliar di Semester I-2026
Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan penjualan sebesar 16 persen menjadi Rp2,69 triliun.
IDXChannel - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum membukukan laba bersih sebesar Rp891 miliar pada semester I-2026, meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp714 miliar.
Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan penjualan sebesar 16 persen menjadi Rp2,69 triliun, yang didorong oleh meningkatnya volume penjualan serta harga jual rata-rata produk kelapa sawit.
"Di tengah tantangan yang masih berlangsung di sektor agribisnis, termasuk volatilitas harga komoditas, kondisi cuaca, dan ketidakpastian global, Lonsum berhasil membukukan kinerja positif pada semester pertama 2026," ujar Presiden Direktur LSIP Tan Agustinus Dermawan dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (31/7/2026).
Perseroan mencatatkan penurunan laba bruto sebesar 7 persen menjadi Rp863 miliar, sedangkan laba usaha meningkat 28 persen menjadi Rp918 miliar.
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS/FFB) dari kebun inti tercatat sebanyak 505 ribu ton pada semester I-2026, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski produksi TBS inti tidak mengalami perubahan signifikan, produksi crude palm oil (CPO) meningkat 5 persen menjadi 136 ribu ton. Kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya tingkat ekstraksi minyak sawit (CPO extraction rate) serta meningkatnya pasokan TBS dari pihak eksternal.
"Lonsum tetap berkomitmen, antara lain, pada pengendalian biaya, efisiensi operasional, dan prioritas pengeluaran modal sambil berfokus pada peningkatan produktivitas dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan," tutur Tan Agustinus.
Per 30 Juni 2026, jumlah aset Lonsum mencapai Rp16,29 triliun, meningkat dari periode akhir 2025 sebesar Rp15,5 triliun.
Jumlah liabilitas meningkat menjadi Rp1,9 triliun dengan ekuitas mencapai Rp14,31 triliun.
(DESI ANGRIANI)