MARKET NEWS

Harga Emas Cetak Rekor di Atas USD4.900, Perak-Platinum Kian Melaju

TIM RISET IDX CHANNEL 23/01/2026 07:16 WIB

Harga emas menembus level USD4.900 per troy ons untuk pertama kalinya pada Kamis (22/1), ditopang berlanjutnya ketegangan geopolitik hingga pelemahan dolar.

Harga Emas Cetak Rekor di Atas USD4.900, Perak-Platinum Kian Melaju. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas menembus level USD4.900 per troy ons untuk pertama kalinya pada Kamis (22/1/2026), ditopang berlanjutnya ketegangan geopolitik, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), serta ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Pada saat yang sama, harga perak dan platinum juga mencetak rekor tertinggi baru.

Emas spot melesat 2,17 persen ke posisi USD4.936,07 per troy ons, usai menembus rekor tertinggi di USD4.940,88 per troy ons.

Indeks dolar AS (DXY) melemah 0,4 persen, membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli luar negeri.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan ketegangan geopolitik, pelemahan dolar, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed tahun ini merupakan bagian dari tren makro de-dolarisasi yang terus mendorong permintaan emas.

Mengutip dari Reuters, dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyebut telah mengamankan akses penuh dan permanen AS ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO.

Kepala NATO menyatakan para sekutu perlu meningkatkan komitmen terhadap keamanan kawasan Arktik guna menangkal ancaman dari Rusia dan China.

Namun, rincian kesepakatan tersebut masih belum jelas, sementara Denmark menegaskan kedaulatannya atas Greenland tidak untuk diperdebatkan.

Dari sisi data ekonomi, laporan terbaru Personal Consumption Expenditures (PCE) AS menunjukkan belanja konsumen meningkat pada November dan Oktober, menandai kuartal ketiga berturut-turut dengan pertumbuhan yang kuat.

Pasar memperkirakan bank sentral AS memangkas suku bunga dua kali masing-masing 0,25 poin persentase pada paruh kedua tahun ini, kondisi yang meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Grant menambahkan, koreksi jangka pendek dipandang sebagai peluang beli. Menurutnya, level USD5.000 per ons sudah terlihat dekat, dan setelah itu proyeksi Fibonacci di USD5.187,79 per ons dinilai masuk akal.

Di pasar lain, perak spot melonjak ke rekor USD96,58 per troy ons.

Analis Pasar Senior Tradu, Nikos Tzabouras, menilai perak memiliki narasi fundamental yang lebih kuat dibanding emas. Meski bukan aset cadangan seperti emas, perak tetap diuntungkan oleh arus safe haven dan pelemahan dolar.

Sementara itu, platinum spot naik 4,6 persen ke rekor USD2.601,03 per ons, sedangkan palladium menguat 3,3 persen ke USD1.900,59 per ons. (Aldo Fernando)

SHARE