MARKET NEWS

Harga Emas Dunia Berpeluang Tembus USD5.400 di Kuartal II-2026, Logam Mulia Rp3,3 Juta

Nia Deviyana 04/05/2026 06:15 WIB

Harga emas dunia masih berpeluang naik pada kuartal II-2026 meski saat ini tengah berada pada tren koreksi.

Harga Emas Dunia Berpeluang Tembus USD5.400 di Kuartal II-2026, Logam Mulia Rp3,3 Juta. Foto: Pexels.

IDXChannel - Harga emas dunia masih berpeluang naik pada kuartal II-2026 meski saat ini tengah berada pada tren koreksi. Adapun harga emas spot turun 1,1 persen ke level USD4.573,33 per troy ons pada Jumat (1/3/2026). Secara mingguan, emas diperkirakan terkoreksi sekitar 2,8 persen.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, harga emas dunia akan mampu menembus USD5.400 per troy ons. 

“Kemudian untuk logam mulia di Rp3.300.000 per gram,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).

Ibrahim mengungkap faktor-faktor yang membuat emas makin bersinar, salah satunya imbas geopolitik yang masih memanas.

Seperti diketahui, ketegangan geopolitik kembali meningkat pada Sabtu (2/5/2026) setelah Iran menegaskan kontrol penuh atas salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, Selat Hormuz. Klaim ini disampaikan Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akraminia, yang menyebut tidak ada kapal yang dapat melintas tanpa izin resmi dari pihak Iran.

Pernyataan tersebut menambah kewaspadaan global terhadap wilayah yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia itu.

“Sebanyak 50 persen (yang memengaruhi harga emas) itu adalah dari geopolitik, tapi masih ada juga hal-hal lain. Jadi ada juga perpolitikan di Amerika Serikat dan perang dagang,” kata Ibrahim. 

Tak hanya itu, kebijakan bank sentral global juga diproyeksi memengaruhi harga emas dunia. Terakhir, faktor penawaran dan permintaan (supply and demand). 

Ibrahim menilai, jika perang di Timur Tengah semakin menguat, kemungkinan besar akan terjadi perang yang panjang seperti yang diungkap Garda Revolusi Iran. 

Presiden AS Donald Trump juga mempertimbangkan menggunakan rudal hipersonik untuk menekan militer Teheran.

Di satu sisi, militer Israel masih gencar melancarkan serangan di Lebanon Selatan yang menargetkan infrastruktur dan posisi Hizbullah. Kondisi ini kemungkinan membuat harga emas melonjak.

Namun, di lain sisi, hal ini juga dapat menyebabkan harga minyak dunia terus merangkak naik. Apabila ini terjadi, Ibrahim menilai ada kemungkinan bank sentral global akan menaikkan suku bunga acuan dan harga emas dunia berpotensi terkoreksi.

Dari sisi supply and demand, jika harga terkoreksi maka bank, investor, hingga masyarakat kemungkinan bakal memborong emas sehingga harganya perlahan kembali naik.

Adapun dalam jangka pendek, lanjut Ibrahim, harga emas berpotensi terkoreksi dengan level support di USD4.520 hingga USD4.389. Begitu juga harga logam mulia akan terdampak dengan turun ke level Rp2.750.000 per gram.

(NIA DEVIYANA)

SHARE