Harga Emas Dunia Berpotensi Tembus USD4.706 Pekan Depan
Harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi mengalami lonjakan signifikan pada pekan depan.
IDXChannel - Harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi mengalami lonjakan signifikan pada pekan depan.
Ketegangan geopolitik yang meluas serta memanasnya perang dagang global menjadi motor utama yang mendorong investor memburu aset aman (safe haven).
Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia yang ditutup pada level USD4.595 memiliki ruang penguatan yang lebar menuju rekor baru.
Sejalan dengan itu, harga logam mulia di dalam negeri diperkirakan bakal mengekor kenaikan tersebut.
"Resistance kedua kemungkinan besar akan mengalami penguatan untuk harga emas dunia di USD4.706 per troy ounce. Logam mulia nya di Rp2.820.000. Ya ingat ada kemungkinan besar harga logam mulia itu di Rp2.820.000," ujar Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Minggu (18/1/2026).
Ibrahim menggarisbawahi lima faktor utama yang akan menggerakkan pasar emas pekan depan. Penerapan bea masuk dumping Uni Eropa terhadap alumina China dan ancaman tarif 20 persen oleh AS terhadap Eropa terkait isu Greenland memicu ketidakpastian pasar.
Situasi Iran yang siaga perang serta serangan balasan Ukraina ke wilayah Rusia meningkatkan risiko global. Hadirnya kapal induk AS Abraham Lincoln di Timur Tengah menambah panas atmosfer geopolitik.
Bank sentral di berbagai kawasan, mulai dari China, India, hingga ASEAN, berlomba melakukan pembelian logam mulia secara masif sebagai cadangan di tengah kondisi "gawat".
Pemanggilan Jerome Powell oleh otoritas hukum AS dan spekulasi penurunan suku bunga menjelang masa pensiunnya terus membayangi pergerakan dolar.
Nilai tukar rupiah yang terus tertekan membuat harga beli logam mulia di pasar domestik menjadi lebih mahal.
Meskipun tren utama cenderung menguat, Ibrahim tetap memetakan area support sebagai langkah mitigasi jika terjadi koreksi teknis.
Untuk emas dunia, support pertama berada di level USD4.553 dan kedua di USD4.489. Sementara untuk logam mulia domestik, support berada di rentang Rp2.638.000 hingga Rp2.560.000 per gram.
Di sisi lain, jika penguatan berlanjut, target resisten pertama untuk logam mulia berada di level Rp2.700.000 sebelum mengejar target puncak di Rp2.820.000.
Berdasarkan data terbaru, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Sabtu (17/1/2025) terpantau turun Rp6.000 ke level Rp2.663.000 per gram.
Sementara itu, harga beli kembali (buyback) oleh emiten berkode ANTM ini berada di posisi Rp2.510.000 per gram pada Minggu (18/1/2025).
Pelemahan tipis di akhir pekan ini dinilai Ibrahim sebagai momentum konsolidasi sebelum harga kembali melesat akibat dorongan sentimen eksternal yang begitu kuat di pekan mendatang.
(kunthi fahmar sandy)