MARKET NEWS

Harga Emas Kian Tak Terbendung di Atas USD4.700, Perak Ikut Pecahkan Rekor

TIM RISET IDX CHANNEL 21/01/2026 07:14 WIB

Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi pada Selasa (20/1/2026), menembus level belum pernah terjadi sebelumnya di USD4.700 per troy ons.

Harga Emas Kian Tak Terbendung di Atas USD4.700, Perak Ikut Pecahkan Rekor. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi pada Selasa (20/1/2026), menembus level belum pernah terjadi sebelumnya di USD4.700 per troy ons, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang mendorong permintaan aset lindung nilai.

Perak pun ikut mencatatkan sejarah dengan menembus USD95 per troy ons untuk pertama kalinya.

Emas spot (XAU/USD) naik sekitar 1,98 persen ke level USD4.763,38 per troy ons, setelah sempat menyentuh rekor intraday di USD4.766,18.

Emas melesat semakin jauh ke wilayah yang belum terpetakan karena investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik,” kata analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, dikutip dari Reuters.

Razaqzada menambahkan, “Pelemahan dolar memberi dorongan tambahan bagi logam mulia, memperkuat reli emas di saat kepercayaan terhadap aset-aset AS terlihat mulai goyah.”

Indeks-indeks utama Wall Street jatuh ke level terendah hampir tiga pekan, dipicu kekhawatiran investor setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif terhadap Eropa terkait isu penguasaan Greenland.

Pernyataan tersebut meningkatkan ketegangan menjelang pertemuan Trump yang diperkirakan berlangsung dengan para pemimpin bisnis global di Davos, Swiss, pada Rabu.

Di saat yang sama, dolar AS mencatatkan potensi penurunan harian terbesar dalam lebih dari sebulan, sehingga membuat emas berdenominasi dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Emas, yang kerap dipandang sebagai penyimpan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik, melesat 64 persen sepanjang 2025 dan telah bertambah sekitar 10 persen sejak awal tahun ini.

Reli tersebut juga ditopang ekspektasi penurunan suku bunga AS, yang menekan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas batangan.

Pasar saat ini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin mulai pertengahan 2026.

Fokus investor semakin tajam setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Trump diperkirakan menunjuk ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru paling cepat pekan depan.

“USD4.800 dan USD4.900 menjadi titik acuan terdekat berikutnya bagi emas, dengan level psikologis USD5.000 menonjol sebagai target jangka panjang,” imbuh Razaqzada.

Sementara itu, perak spot melemah 0,3 persen ke USD94,38 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di USD95,87. Logam putih tersebut melonjak sekitar 147 persen sepanjang 2025 dan telah menguat lebih dari 32 persen sejak awal 2026. (Aldo Fernando)

SHARE