sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Anjlok, Tarif Trump soal Greenland Picu Aksi Jual

Market news editor Rahmat Fiansyah
21/01/2026 06:15 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup turun tajam pada perdagangan Selasa (20/1/2026) waktu setempat.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup turun tajam pada perdagangan Selasa (20/1/2026) waktu setempat. (Foto: iNews Media Group)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup turun tajam pada perdagangan Selasa (20/1/2026) waktu setempat. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup turun tajam pada perdagangan Selasa (20/1/2026) waktu setempat, mencatatkan penurunan harian terdalam dalam tiga bulan terakhir. Tekanan pasar dipicu kekhawatiran investor terhadap ancaman tarif baru Presiden Donald Trump yang ingin menganeksasi Greenland dari Denmark.

Ketiga indeks utama Wall Street membukukan kinerja harian terburuk sejak 10 Oktober 2025. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama turun hingga menembus rata-rata pergerakan 50 harinya, menandakan meningkatnya tekanan teknikal di pasar saham.

Dilansir Reuters, indeks S&P 500 anjlok 143,15 poin atau 2,06 persen ke level 6.796,86. Nasdaq Composite merosot 561,07 poin atau 2,39 persen ke 22.954,32. Sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi 870,74 poin atau 1,76 persen ke posisi 48.488,59.

Aksi jual meluas seiring meningkatnya sentimen risk-off. Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak naik akibat tekanan jual. 

Tekanan pasar muncul setelah pernyataan Trump pada akhir pekan lalu yang menyebut AS akan mengenakan tarif impor tambahan sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap produk dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris. Negara-negara tersebut sebelumnya telah dikenakan tarif oleh AS.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement