IDXChannel – Kenaikan harga bijih nikel diperkirakan menjadi penopang kinerja PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) meski perusahaan menghadapi dampak pengurangan kuota penambangan.
Dalam riset terbarunya, UOB Kay Hian menyebut implementasi skema baru Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel di Indonesia sejak 15 April 2026, ditambah terbatasnya kuota penambangan bijih nikel (RKAB) di tingkat industri, telah mendorong kenaikan harga jual komoditas tersebut secara signifikan.
Meski demikian, UOB Kay Hian memangkas proyeksi laba bersih DKFT untuk 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 6 persen dan 21 persen.
Revisi tersebut dilakukan untuk mencerminkan asumsi volume penjualan yang lebih rendah akibat pembatasan kuota produksi.
Seiring revisi proyeksi tersebut, broker juga menurunkan target harga saham DKFT menjadi Rp820 per saham dari sebelumnya Rp900.