IDXChannel - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (4/9/2026) setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat meningkatkan peluang Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan dalam rapat kebijakan moneter bulan ini.
Dikutip dari Reuters, ketiga indeks utama AS berakhir di zona merah di tengah aksi jual yang meluas menjelang libur akhir pekan selama tiga hari. Namun, secara mingguan, ketiga indeks tersebut relatif tidak berubah.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ekonomi menciptakan 162.000 lapangan kerja pada Agustus 2026, hampir tiga kali lipat dari konsensus sebesar 56.000 pekerjaan. Data Juni dan Juli juga direvisi naik dengan total 55.000 pekerjaan. Tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen.
Data ketenagakerjaan yang lebih kuat biasanya menjadi sinyal positif bagi perekonomian. Namun, pasar menilainya sebagai indikasi bahwa The Fed berpotensi menaikkan suku bunga untuk mencegah tekanan harga energi akibat perang meluas menjadi inflasi yang lebih sistemik.
"Pasar tenaga kerja menunjukkan pemulihan yang baik pada bulan lalu dan sulit untuk tidak melihat perbaikan tersebut sebagai perkembangan positif bagi perekonomian. Di sisi lain, peluang kenaikan suku bunga The Fed sedikit meningkat karena perekonomian masih berjalan cukup panas," kata Chief Market Strategist Carson Group, Ryan Detrick.