sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Melemah, Tersengat Data Tenaga Kerja

Market news editor Rahmat Fiansyah
05/09/2026 06:15 WIB
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (4/9/2026) setelah terbitnya laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat.
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (4/9/2026) setelah terbitnya laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat. (Foto: FT)
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (4/9/2026) setelah terbitnya laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat. (Foto: FT)

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir pertemuan The Fed September mencapai 58,4 persen, naik dari 49,4 persen pada Kamis (3/9/2026), berdasarkan CME FedWatch Tool.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 272,51 poin atau 0,51 persen menjadi 53.413,60. S&P 500 melemah 29,30 poin atau 0,38 persen menjadi 7.718,41, sedangkan Nasdaq Composite turun 77,07 poin atau 0,29 persen menjadi 26.506,99.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor consumer discretionary mencatat penurunan terbesar. Sebaliknya, sektor industri dan teknologi membukukan kenaikan tipis. Saham semikonduktor menjadi penguat utama dengan kenaikan 3,4 persen, meski masih turun 17,8 persen sepanjang kuartal ini. Sementara itu, sektor software dan jasa melemah 2,1 persen setelah sebelumnya menguat 24 persen pada periode yang sama.

Sejumlah saham mengalami tekanan tajam. Lululemon Athletica anjlok 17,4 persen setelah memangkas proyeksi laba dan pendapatan setahun penuh. Saham Adobe juga turun 6,7 persen setelah perusahaan mengumumkan CEO lama Shantanu Narayen digantikan Anil Chakravarthy.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement