sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Resmi Berdiri, ION Bidik Investasi USD100 Juta untuk Infrastruktur Digital

Economics editor Rahmat Fiansyah
05/09/2026 06:35 WIB
PT Indonesia Open Network (ION) resmi berdiri sebagai perusahaan yang akan membangun infrastruktur publik digital.
PT Indonesia Open Network (ION) resmi berdiri sebagai perusahaan yang akan membangun infrastruktur publik digital. (Foto: Ist)
PT Indonesia Open Network (ION) resmi berdiri sebagai perusahaan yang akan membangun infrastruktur publik digital. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indonesia Open Network (ION) resmi berdiri sebagai perusahaan yang akan membangun infrastruktur publik digital (digital public infrastructure atau DPI) untuk mendukung perdagangan digital, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

Pendirian PT ION ditandai dengan penandatanganan akta pendirian oleh Chief Executive Officer (CEO) PT Chairos International Ventures, Sachin Gopalan serta Ketua Yayasan ION Teknologi Indonesia, Ronald Walla dan Sekretaris Yayasan ION Teknologi Indonesia ,Rudolf Saut Butarbutar di Kantor APINDO, Jakarta, Jumat (4/9/2026). 

Presiden Direktur PT ION Dr Bayu Prawira Hie mengatakan pendirian badan hukum tersebut menjadi tonggak penting karena aktivitas ION akan mencakup kegiatan komersial, kerja sama bisnis, investasi, dan pembangunan teknologi.

“Hari ini adalah penandatanganan pendirian PT Indonesia Open Network. Dengan berdirinya PT ION, kami memiliki entitas hukum yang dapat menjalankan berbagai kegiatan bisnis sekaligus memberikan pertanggungjawaban kepada para pemegang saham yang berinvestasi untuk membangun Indonesia,” ujar Bayu dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).

PT ION memiliki modal dasar Rp10 miliar dengan modal ditempatkan dan disetor Rp2,5 miliar. Perusahaan menerbitkan 2.500.001 saham, terdiri atas 2,5 juta saham seri A yang untuk sementara dimiliki PT Chairos International Ventures dan satu saham khusus atau golden share milik Yayasan ION Teknologi Indonesia. Sebanyak 2,5 juta saham tersebut disiapkan untuk dialihkan kepada investor baru, sedangkan golden share berfungsi menjaga visi dan misi perusahaan agar tetap berorientasi pada kepentingan publik.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement