IDXChannel – Fundamental ekonomi dan fiskal Indonesia pada semester I-2026 dinilai tetap solid. Defisit APBN yang terjaga, arus modal asing yang kembali masuk, serta cadangan devisa yang kuat menjadi faktor yang menopang stabilitas pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026, menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak 2014.
Sementara itu, cadangan devisa mencapai USD145,6 miliar atau setara 5,5 bulan impor, dengan inflasi Juni 2026 tetap terkendali di level 3,34 persen yoy.
Dari sisi fiskal, pendapatan negara pada semester I-2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, meningkat 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penerimaan pajak menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 24,6 persen yoy.
Di sisi lain, belanja negara meningkat 17,8 persen yoy, mencerminkan APBN tetap produktif dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.