"Fundamental ekonomi dan fiskal yang solid menjadi shock absorber. Kondisi ini menjadi katalis positif untuk menstabilkan rupiah, menjaga imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), serta memberi angin segar bagi IHSG," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Optimisme tersebut tercermin pada pergerakan pasar.
Hingga Rabu (22/7/2026) pukul 10.33 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,23 persen ke level 6.354, memperpanjang reli menjadi 10 hari berturut-turut.
Dalam sepekan terakhir, IHSG telah menguat 5,26 persen dan mencapai level tertinggi dalam sekitar satu bulan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terapresiasi sekitar 0,21 persen dalam sepekan ke level Rp17.916 per USD, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor terlemah secara nominal di Rp18.128 per USD pada 9 Juli 2026. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.