Harga Emas Melemah di Tengah Penguatan Dolar dan Kekhawatiran Inflasi
Harga emas dunia melemah pada Rabu (11/3/2026), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta kekhawatiran inflasi
IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada Rabu (11/3/2026), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta kekhawatiran inflasi yang meningkatkan ekspektasi suku bunga tetap tinggi.
Emas spot turun 0,32 persen menjadi USD5.176,09 per troy ons, setelah menguat pada hari sebelumnya.
Indeks dolar AS naik tipis 0,4 persen. Penguatan mata uang AS membuat komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals Peter Grant mengatakan pasar emas saat ini berada dalam tarik-menarik antara permintaan aset safe haven yang dipicu perang dan kekhawatiran suku bunga yang bertahan lebih tinggi lebih lama.
Emas secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi. Namun, logam mulia ini menjadi kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, harga minyak melonjak 4 persen setelah serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz memperburuk kekhawatiran gangguan pasokan.
Para analis menilai usulan Badan Energi Internasional (IEA) untuk melepas cadangan minyak tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran tersebut.
Iran menyatakan dunia harus bersiap menghadapi kemungkinan harga minyak mencapai USD200 per barel.
Pasukannya menyerang kapal dagang serta menembaki Israel dan sejumlah target lain di Timur Tengah.
Sementara itu, data menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,3 persen pada Februari, sejalan dengan perkiraan dan lebih tinggi dibanding kenaikan 0,2 persen pada Januari.
Secara tahunan, CPI meningkat 2,4 persen hingga Februari, juga sesuai ekspektasi pasar. Perhatian pasar kini tertuju pada data indeks harga PCE Januari yang tertunda dan akan dirilis pada Jumat.
Analis Standard Chartered mencatat tekanan penurunan harga emas selama beberapa pekan bukanlah hal yang tidak biasa, terutama ketika pelaku pasar membutuhkan likuiditas.
"Kami tetap mempertahankan pandangan positif dalam jangka panjang dan memperkirakan emas kembali melanjutkan tren kenaikannya setelah aksi ambil untung dalam jangka pendek," tulis mereka.
Di pasar logam lainnya, perak spot turun 3,5 persen menjadi USD85,34 per ons, platinum spot melemah 0,8 persen menjadi USD2.183,10, dan paladium turun 1,4 persen menjadi USD1.631,59 per ons. (Aldo Fernando)