Harga Emas Rebound saat Yield AS Turun, Konflik Timur Tengah Jadi Sorotan
Harga emas naik lebih 1 persen pada Rabu (20/5/2026), seiring harapan penyelesaian konflik Iran menekan pasar minyak.
IDXChannel - Harga emas naik lebih 1 persen pada Rabu (20/5/2026), seiring harapan penyelesaian konflik Iran menekan pasar minyak, meredakan sebagian kekhawatiran inflasi dan membuat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) turun dari level tertingginya baru-baru ini.
Emas spot meningkat 1,37 persen menjadi USD4.543,70 per troy ons. Sebelumnya, harga sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh pekan.
“Kami melihat adanya jeda dari kenaikan imbal hasil yang terus berlanjut. Karena itu, harga emas mulai bangkit dari posisi terendah baru-baru ini,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger, sebagaimana dikutip Reuters.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun tipis setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025.
Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
“Segala bentuk penyelesaian perang atau pembukaan kembali Selat Hormuz akan menjadi sentimen positif bagi pasar emas karena ekspektasinya suku bunga akan turun, sehingga hal itu akan mendukung pasar emas,” ujar Meger.
Harga minyak mentah Brent melemah setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengatakan perang dengan Iran akan berakhir “sangat cepat”.
Meski demikian, investor tetap berhati-hati terhadap hasil pembicaraan damai karena gangguan pasokan di Timur Tengah masih berlanjut.
Risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada April menunjukkan para pejabat bank sentral memperingatkan perang Iran dapat memicu inflasi dan memperkuat dukungan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga.
Mayoritas pembuat kebijakan menilai pengetatan moneter mungkin diperlukan jika inflasi tetap berada di atas target 2 persen.
Meski kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja lemah dalam lingkungan suku bunga tinggi.
Investor kini memperkirakan peluang sebesar 48,6 persen bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga pada Desember, serta peluang 89,6 persen bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni mendatang, menurut CME FedWatch Tool.
Di sisi lain, Citi menyatakan tetap berhati-hati terhadap prospek jangka pendek emas dengan target harga nol hingga tiga bulan di level USD4.300 per troy ons.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 3,1 persen menjadi USD76,06 per ons, platinum menguat 1,6 persen menjadi USD1.952,30 per ons, dan paladium bertambah 1,5 persen menjadi USD1.373,62 per ons. (Aldo Fernando)