Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 2 Pekan, Didorong Pelemahan Dolar AS
Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Rabu (22/7/2026), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).
IDXChannel – Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Rabu (22/7/2026), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi beli teknikal.
Pelaku pasar juga terus mencermati ketegangan di Timur Tengah serta menanti petunjuk terbaru mengenai arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Harga emas spot naik 1,29 persen menjadi USD4.129,76 per troy, setelah sempat menyentuh USD4.165,87 per ons, level tertinggi sejak 7 Juli.
"Emas melonjak menembus USD4.140 karena pelemahan dolar AS dan aksi beli saat harga terkoreksi kembali membangkitkan optimisme pelaku pasar," kata Senior Research Analyst FXTM Lukman Otunuga, dikutip Reuters.
Meski demikian, menurutnya, sejumlah faktor fundamental yang masih cenderung negatif berpotensi membatasi kenaikan harga emas, terutama karena harga minyak mentah melonjak lebih dari 3 persen.
Indeks dolar AS melemah pada Rabu sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Di sisi geopolitik, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington bersedia bernegosiasi untuk mengakhiri krisis Iran.
Namun, menurutnya, Teheran belum menunjukkan keseriusan dalam pembicaraan tersebut.
Konflik yang terus meluas juga memicu empat kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah setelah muncul ancaman dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran dan menguasai wilayah pesisir di jalur pelayaran selatan tersebut.
Perkembangan itu mendorong harga minyak naik ke level tertinggi dalam hampir enam pekan.
Kenaikan harga minyak akibat gangguan pasokan di kawasan Teluk selama ini menjadi faktor yang menekan prospek emas karena meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Kondisi tersebut umumnya mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya hingga sisa 2026.
Di sisi lain, pasar masih memperkirakan ada dua kali kenaikan suku bunga hingga akhir Maret tahun depan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 76 persen.
Investor kini menantikan hasil rapat penetapan suku bunga Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.
Logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak spot naik 2 persen menjadi USD59,98 per ons, platinum menguat 0,7 persen ke USD1.640,63 per ons, sedangkan paladium naik 1,4 persen menjadi USD1.299,47 per ons. (Aldo Fernando)