Harga Minyak AS Anjlok 10 Persen usai Trump Sepakati Gencatan Senjata 2 Pekan
Harga minyak dunia anjlok sementara saham dan obligasi menguat pada Rabu (8/4/2026) pagi seiring kesepakatan gencatan senjata dua pekan di Timur Tengah.
IDXChannel - Harga minyak dunia anjlok sementara saham dan obligasi menguat pada Rabu (8/4/2026) pagi setelah kesepakatan gencatan senjata dua pekan di Timur Tengah memicu optimisme pasar terhadap pemulihan pasokan energi global.
Melansir dari Reuters, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington sepakat menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan, sembari mendorong tercapainya perjanjian damai jangka panjang.
Langkah ini dinilai membuka jalan bagi kembalinya ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk.
Laporan CNN International menyebut Israel telah menyetujui gencatan senjata yang diumumkan Trump di Truth Social, mengutip pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya.
Sementara itu, The New York Times melaporkan Iran menerima proposal gencatan senjata dua pekan yang diajukan Pakistan dan telah disetujui oleh pemimpin tertinggi baru Iran.
Dewan Keamanan Tertinggi Iran mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan proposal 10 poin kepada Amerika Serikat melalui Pakistan, kata media pemerintah, seperti dikutip Reuters. Iran juga menyatakan bahwa pembicaraan dengan AS akan diadakan di Islamabad, Pakistan.
Pembicaraan dijadwalkan mulai 10 April, menurut laporan media pemerintah Iran. Iran menegaskan bahwa dialog dengan AS tidak berarti perang berakhir. Pihak Iran hanya akan menyetujui penutupan konflik setelah semua detail diselesaikan sesuai rencana 10 poin, kata media Iran.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Mei anjlok 10,66 persen, menjadi USD100,90 per barel pada pukul 05.51 WIB.
Sementara kontrak berjangka (futures) S&P 500 melonjak 1,6 persen dan dolar AS melemah secara luas.
Kontrak berjangka Treasury atau obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset aman.
Futures menunjukkan potensi penguatan pasar saham Asia yang sebelumnya tertekan perang dan lonjakan harga energi.
Sebelumnya, harga minyak ditutup bervariasi pada Selasa (7/4). Brent turun 0,5 persen ke USD109,27 per barel karena kekhawatiran harga energi tinggi dapat menekan pertumbuhan ekonomi, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik 0,5 persen ke USD112,95 dan mencatat level tertinggi sejak Juni 2022.
Di sisi lain, Presiden Bank Dunia Ajay Banga memperingatkan perang Iran dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global sekaligus mendorong inflasi lebih tinggi.
Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee juga menyatakan konflik berisiko memicu inflasi dan memperlambat ekonomi, sehingga menyulitkan bank sentral menentukan arah kebijakan.
Kesepakatan gencatan senjata sementara ini menjadi katalis utama pergerakan pasar, dengan pelaku pasar kini mencermati apakah perundingan damai dapat berlanjut dan benar-benar mengembalikan stabilitas pasokan energi global. (Aldo Fernando)