MARKET NEWS

Harga Minyak Dunia Ambles, Simak Gerak Saham MEDC hingga RAJA

TIM RISET IDX CHANNEL 02/02/2026 10:55 WIB

Penurunan tajam harga minyak mentah global turut menekan kinerja saham-saham sektor energi pada Senin (2/2/2026).

Harga Minyak Dunia Ambles, Simak Gerak Saham MEDC hingga RAJA. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Penurunan tajam harga minyak mentah global turut menekan kinerja saham-saham sektor energi pada Senin (2/2/2026).

Sejumlah emiten migas tercatat melemah signifikan pada perdagangan pagi, seiring merosotnya harga minyak WTI dan Brent dari level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Secara umum, tekanan pasar juga meningkat karena investor mencermati sentimen negatif pasca peringatan MSCI pekan lalu terkait isu investability atau kelayakan investasi pasar saham Indonesia, khususnya menyangkut transparansi struktur kepemilikan.

Meski demikian, otoritas disebut tengah bergerak merespons dan mengatasi berbagai persoalan tersebut.

Berdasarkan pantauan dari perdagangan berjalan, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ambles hingga auto rejection bawah (ARB) 14,81 persen ke level Rp3.680 per unit. Tekanan serupa dialami anak usaha RAJA, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang turun 14,59 persen ke posisi Rp4.890.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga terseret turun maksimal atau ARB 15 persen ke level Rp1.105, sementara PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) melemah 11,27 persen ke Rp181.

Tidak ketinggalan, PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) masing-masing terkoreksi 6,57 persen dan 3,95 persen.

Berbeda, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 0,79 persen ke Rp1.270 per unit.

Tekanan pada saham migas sejalan dengan anjloknya harga minyak mentah dunia.

Kontrak berjangka (futures) minyak mentah WTI anjlok lebih dari 4,83 persen ke level USD62,49 per barel pada Senin pukul 10.32 WIB. Sementara itu, harga minyak Brent merosot 4,81 persen ke posisi USD66,47 per barel.

Mengutip Trading Economics, pelemahan ini terjadi setelah harga turun dari level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, seiring pelaku pasar mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi menurunkan premi risiko.

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu mengatakan, Iran secara serius tengah berbicara dengan Washington, tak lama setelah pihak Iran menyatakan bahwa pengaturan untuk pembicaraan tersebut menunjukkan kemajuan.

Pernyataan ini menandai perubahan sikap dibandingkan ketegangan yang meningkat pada bulan lalu, ketika Trump berulang kali mengancam aksi militer terkait penindasan Iran terhadap gelombang protes nasional.

Di sisi lain, Teheran juga sempat melontarkan peringatan akan melakukan pembalasan.

Rangkaian ketegangan tersebut sebelumnya mendorong harga minyak melonjak tajam sepanjang Januari, dipicu kekhawatiran akan gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah.

Sinyal meredanya ketegangan juga diperkuat oleh laporan yang menyebutkan bahwa pasukan angkatan laut Garda Revolusi Iran tidak memiliki rencana untuk menggelar latihan tembak langsung di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global.

Sementara itu, OPEC+ pada Minggu menegaskan kembali keputusan sebelumnya untuk mempertahankan tingkat produksi tanpa perubahan pada Maret, yang merupakan fase terakhir dari kebijakan pembekuan pasokan selama tiga bulan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE