Harga Minyak Dunia Beragam Sepekan, Brent Turun Tipis
Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (18/9/2026) setelah China, atas permintaan Arab Saudi.
IDXChannel - Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat (18/9/2026) setelah China, atas permintaan Arab Saudi, meminta Iran membatasi serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur minyak Saudi.
Serangan tersebut mengancam jalur ekspor minyak kedua di kawasan Timur Tengah.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 1,6 persen menjadi USD100,30 per barel. Namun, WTI masih mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,2 persen.
Sementara itu, harga minyak Brent melemah 0,9 persen menjadi USD103,87 per barel dan membukukan penurunan 0,7 persen sepanjang pekan.
Sebelumnya, harga minyak telah naik secara konsisten dalam beberapa pekan terakhir seiring kembali terjadinya serangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pada saat yang sama, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran juga meningkatkan aktivitas militernya.
Serangkaian aksi tersebut, ditambah persoalan kapasitas kilang di berbagai negara, telah mendorong kenaikan harga sejumlah produk bahan bakar utama, termasuk solar di pasar-pasar besar.
Di AS, harga eceran solar saat ini mencapai USD6,45 per galon berdasarkan data AAA, menjadi rekor tertinggi. Harga rata-rata bensin juga mencapai USD4,47 per galon, padahal harga bensin biasanya mulai menurun pada periode ini.
Penyedia data kilang IIR Energy mengatakan kapasitas pengolahan minyak AS yang beroperasi diperkirakan turun 371.000 barel per hari (bph) pada pekan depan.
"Saat ini masalahnya bukan pasokan minyak, melainkan masalah di sisi kilang," kata analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, seperti dikutip Reuters.
Meski terdapat laporan mengenai intervensi China, prospek pasar minyak dalam beberapa bulan ke depan masih belum jelas.
JPMorgan pada Kamis mengatakan belum memiliki gambaran dasar yang jelas mengenai pasar minyak untuk pertama kalinya sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada Februari. (Aldo Fernando)