IDXChannel - Kesepakatan akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membuka babak baru ekspansi bisnis Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Dari batu bara, bisnis Haji Isam kini membentang ke sawit, biodiesel, infrastruktur tambang, mineral hingga industri makanan.
Melalui kendaraan investasinya, PT Jhonlin Baratama, Haji Isam telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat atau Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan pemegang saham pengendali BYAN, taipan Low Tuck Kwong dan sang putri Elaine Low.
Berdasarkan keterbukaan informasi BYAN pada Kamis (17/9/2026), perjanjian yang ditandatangani pada 16 September tersebut mencakup pengalihan 10.000.000.500 saham BYAN atau sekitar 30 persen dari saham beredar. Penyelesaian transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.
Kabar tersebut langsung membuat riuh pasar saham. Pada perdagangan Jumat (18/9/2026), saham BYAN ditutup melonjak 19,96 persen ke Rp13.825 per unit atau menyentuh auto rejection atas (ARA). Dalam sepekan, saham BYAN telah menguat 11,94 persen.
Efeknya turut terasa pada sejumlah emiten yang terafiliasi dengan Grup Jhonlin.
Saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 5,85 persen menjadi Rp2.080 per unit, sementara PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) masing-masing terkoreksi 5,22 persen dan 14,08 persen akibat aksi ambil untung.