Sementara itu, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) juga menjadi bagian dari ekosistem bisnis agribisnis yang terafiliasi dengan keluarga Haji Isam.
Meski harga saham sejumlah emiten tersebut melonjak di tengah rumor dan realisasi kesepakatan BYAN, kinerja keuangannya pada semester I-2026 menunjukkan hasil yang beragam.
Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas tertanggal 18 Agustus 2026, laba bersih TEBE pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp20 miliar, turun 26,2 persen dibandingkan Rp27,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
PGUN membukukan laba bersih Rp44 miliar, merosot 47 persen secara tahunan dari Rp83 miliar. Sementara itu, laba bersih JARR relatif stabil di Rp159 miliar, turun tipis 1,2 persen dari Rp161 miliar pada semester I-2025.
Ekspansi keluarga Haji Isam juga telah merambah ke sektor mineral. Pada Mei 2026, keluarga Haji Isam melalui entitas terkait mengakuisisi sekitar 21,11 persen saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang bergerak di sektor nikel, dengan nilai transaksi sekitar Rp936,65 miliar.