Aksi tersebut sempat ikut menggerakkan saham FAST. Pada 4 Juli 2025, saham FAST melonjak hingga ARA 25 persen ke Rp346 per saham setelah pengumuman masuknya Shankara Fortuna Nusantara sebagai pemegang saham JAI.
Dari Kontraktor Tambang hingga Pemilik Gurita Bisnis
Ekspansi tersebut berawal dari bisnis batu bara yang dibangun Haji Isam sejak awal 2000-an.
Lahir di Batulicin, Kalimantan Selatan, pada 1 Januari 1977, Haji Isam mengawali perjalanan bisnisnya sebagai sopir truk pengangkut kayu. Setelah sekitar tiga tahun bekerja, ia mulai mengenal sejumlah pelaku usaha kayu dan pertambangan di Kalimantan Selatan.
Mengutip buku Menilik Hubungan Erat Pengusaha Batu Bara, Haji Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam dengan Pesohor terbitan TEMPO Publishing pada 2019, salah satu sosok yang berpengaruh dalam perjalanan bisnis Haji Isam adalah Johan Maulana, seorang penambang batu bara lokal.
Pada 2001, Haji Isam mulai masuk ke bisnis pertambangan sebagai kontraktor. Dengan dukungan modal dari Johan, ia menyewa alat berat dan mendirikan perusahaan yang kemudian berkembang menjadi Jhonlin Baratama.