MARKET NEWS

Harga Minyak Jatuh 4 Persen di Tengah Harapan Negosiasi AS-Iran

TIM RISET IDX CHANNEL 15/04/2026 07:15 WIB

Harga minyak anjlok pada Selasa (15/4/2026) seiring harapan Iran akan kembali melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Harga Minyak Jatuh 4 Persen di Tengah Harapan Negosiasi AS-Iran. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak anjlok pada Selasa (15/4/2026) seiring harapan Iran akan kembali melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk mengakhiri konflik yang telah menutup Selat Hormuz.

Kontrak berjangka (futures) Brent ditutup di level USD94,79 per barel, turun 4,6 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir di USD91,20, merosot 7,87 persen.

Kedua acuan sempat menguat pada sesi sebelumnya, dengan Brent naik lebih dari 4 persen dan WTI hampir 3 persen setelah militer AS memulai blokade terhadap pelabuhan Iran.

Partner Again Capital John Kilduff mengatakan pasar tampak berharap pada hasil yang lebih baik dari perkembangan situasi.

“Semua ini menunjukkan pasar sebelumnya sudah memperhitungkan banyak gangguan yang telah terjadi,” katanya, dikutip Reuters.

Harga Brent dinilai lebih sensitif terhadap gangguan pasokan global dibandingkan WTI, yang lebih mencerminkan distribusi domestik di AS serta pengiriman ke Amerika Tengah dan Selatan.

Meski wacana dimulainya kembali pembicaraan AS-Iran menekan harga, penurunan ini dinilai mengabaikan hilangnya pasokan fisik minyak yang saat ini tidak dapat mengalir, kata analis PVM Oil Associates Tamas Varga.

Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan bulanannya menyebut serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah serta penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah, dengan kehilangan mencapai 10,1 juta barel per hari pada Maret.

“Pemulihan arus minyak melalui Selat Hormuz tetap menjadi faktor paling penting dalam meredakan tekanan pada pasokan energi, harga, dan perekonomian global,” tulis IEA.

Militer AS pada Senin menyatakan blokade di Selat Hormuz akan diperluas ke arah timur hingga Teluk Oman dan Laut Arab.

Data pelacakan kapal menunjukkan dua kapal berbalik arah saat blokade dimulai. Namun, tiga kapal tanker terkait Iran tetap memasuki Teluk dan diizinkan melintas karena tujuannya bukan pelabuhan Iran.

Iran mengancam akan membalas blokade tersebut dengan menyerang pelabuhan di negara-negara kawasan Teluk.

Di sisi lain, lima sumber kepada Reuters menyebut tim negosiator AS dan Iran berpotensi kembali ke Islamabad pekan ini.

Seorang pejabat AS juga mengatakan komunikasi terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan, sementara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut upaya masih berjalan.

Varga menambahkan, jika pembicaraan gagal membuahkan hasil, harga minyak berpotensi kembali ke level tertinggi Maret, seiring penurunan persediaan global yang bisa berlanjut hingga kuartal III dan seterusnya.

IEA juga memangkas tajam proyeksi pertumbuhan pasokan dan permintaan minyak global. Pertumbuhan permintaan untuk 2026 dipangkas sebesar 80.000 barel per hari, sementara pasokan kini diperkirakan turun 1,5 juta barel per hari.

Sementara itu, rencana ekspor produk minyak Rusia dari pelabuhan Laut Hitam di Tuapse untuk April direvisi naik sekitar 60 persen menjadi 1,27 juta ton metrik, dari sebelumnya 0,794 juta ton, menurut dua trader dan perhitungan Reuters. (Aldo Fernando)

SHARE