MARKET NEWS

Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Tiga Pekan, Harapan Damai AS-Iran Memudar

TIM RISET IDX CHANNEL 19/08/2026 06:52 WIB

Harga minyak mentah ditutup di level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada perdagangan Selasa (18/8/2026).

Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Tiga Pekan, Harapan Damai AS-Iran Memudar. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak mentah ditutup di level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada perdagangan Selasa (18/8/2026).

Penguatan terjadi setelah Iran menyatakan akan mengambil sikap yang lebih ofensif dan menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup, sementara Amerika Serikat (AS) menolak memperpanjang gencatan senjata.

Namun, kenaikan harga minyak masih terbatas. Kontrak berjangka (futures) Brent ditutup naik 0,17 persen menjadi USD91,02 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 0,52 persen menjadi USD84,94 per barel.

Kedua kontrak tersebut ditutup di level tertinggi sejak 24 Juli 2026.

“Dalam beberapa hal, pergerakan pasar terhadap berita harian menjadi lebih terbatas karena banyaknya informasi yang beredar sejak Juni, tetapi belum ada hasil nyata,” kata Managing Director Commodities di Bannockburn Capital Markets, Darrell Fletcher, dikuti[ Reuters.

Menurut Fletcher, pengiriman minyak secara diam-diam melalui Selat Hormuz tampaknya lebih banyak dari perkiraan pasar. Kondisi ini membantu meredam tekanan kenaikan harga minyak.

Saudi Aramco telah kembali melakukan pemuatan minyak dari wilayah di dalam Selat Hormuz dan menawarkan kargo untuk dimuat melalui transfer antarkapal di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), menurut data pelayaran dan sumber perdagangan.

Dua perusahaan pelayaran besar China juga mulai mengambil kargo minyak di luar kawasan Teluk. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari titik-titik sempit dalam jalur pelayaran, menurut sejumlah eksekutif industri, pelacak kapal tanker, dan broker.

Kondisi tersebut sedikit meredakan kekhawatiran terhadap pasokan. Namun, lalu lintas kapal melalui jalur strategis tersebut masih berada pada level satu digit.

Jumlah tersebut belum mencakup kapal yang melintas dengan mematikan transponder mereka.

Iran akan mempertahankan penutupan Selat Hormuz hingga AS memenuhi persyaratan dalam kesepakatan sementara yang ditandatangani pada Juni.

Hal tersebut disampaikan negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dalam pernyataan yang dipublikasikan media pemerintah pada Selasa.

Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menyebut kesepakatan tersebut telah “berakhir”, mengatakan pada Selasa bahwa pembicaraan antara AS dan Iran tidak sedang berlangsung dan tidak ada jadwal perundingan.

Namun, Trump menyatakan Selat Hormuz terbuka. Pernyataan tersebut hanya memberikan respons terbatas terhadap pasar minyak.

Pernyataan Qalibaf muncul setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa Iran akan beralih ke postur militer yang “sepenuhnya ofensif” seiring terhentinya upaya untuk mencapai penyelesaian permanen atas konflik.

Ekonom perusahaan pialang Jefferies, Mohit Kumar, menilai AS dan Iran belum berada dalam kondisi yang cukup tertekan untuk mendorong kedua pihak mencapai kesepakatan.

“Karena itu, kami melihat tekanan lebih lanjut dalam jangka pendek dan tekanan kenaikan terhadap harga minyak,” kata Kumar. (Aldo Fernando)

SHARE