IDXChannel - Indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah pada Selasa (18/8/2026) waktu setempat, dengan saham semikonduktor memimpin pelemahan sektor teknologi.
Selain itu, memudarnya harapan terhadap perdamaian di Timur Tengah mendorong harga minyak naik dan memicu kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun juga sempat menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025.
Melansir Reuters, S&P 500 (.SPX) turun 53,30 poin atau 0,69 persen menjadi 7.691,76. Nasdaq Composite (.IXIC) merosot 355,20 poin atau 1,33 persen menjadi 26.289,71. Keduanya mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak 29 Juli. Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 116,38 poin atau 0,22 persen menjadi 53.343,40.
Indeks semikonduktor Philadelphia SE Semiconductor Index (.SOX) anjlok 5 persen karena investor melepas saham-saham yang sebelumnya telah menguat berkat lonjakan permintaan terkait kecerdasan buatan (AI).
Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, sektor teknologi informasi (.SPLRCT) memberikan tekanan terbesar terhadap indeks dan menjadi sektor dengan penurunan persentase paling dalam, yakni 1,9 persen.
Pemberat terbesar S&P 500 dari sisi saham individual berasal dari perusahaan chip, termasuk Nvidia (NVDA.O), produsen chip AI terkemuka, yang turun 2,3 persen. Sementara itu, produsen chip memori Micron Technology (MU.O) anjlok 7 persen setelah melonjak hampir 18 persen dalam lima sesi perdagangan sebelumnya.
Saham perusahaan penyimpanan data Sandisk (SNDK.O) dan Western Digital (WDC.O) juga mengalami tekanan berat, masing-masing turun 9 persen dan 7,4 persen. Roundhill Memory ETF merosot 8,8 persen setelah mencatat kenaikan selama lima sesi berturut-turut.
Investor meninggalkan sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi dan beralih ke sektor yang lebih defensif, seperti kesehatan (.SPXHC), yang naik 1,6 persen, serta barang kebutuhan pokok konsumen (.SPLRCS), yang menguat 1,1 persen.
Indeks volatilitas Wall Street atau VIX (.VIX) naik 0,65 poin menjadi 15,84, sekaligus mencatat penutupan tertinggi sejak 4 Agustus.
Didukung kenaikan harga minyak, sektor energi S&P 500 (.SPNY) menjadi sektor dengan kinerja terbaik, naik 1,8 persen.
Saham peritel perbaikan rumah Home Depot (HD.N) turun tipis 0,1 persen meskipun perusahaan mencatat penjualan kuartal II di atas ekspektasi.
Investor menantikan laporan kinerja sejumlah peritel lain yang akan dirilis akhir pekan ini, termasuk Walmart (WMT.N). Risalah rapat The Fed pada Juli yang akan dirilis Rabu juga dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai bagaimana bank sentral AS menilai kondisi perekonomian saat ini.