MARKET NEWS

Harga Minyak Naik, Rencana Damai Israel-Lebanon Jadi Sorotan

TIM RISET IDX CHANNEL 10/04/2026 07:20 WIB

Harga minyak dunia ditutup menguat untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis (9/4/2026), di tengah perdagangan yang volatil.

Harga Minyak Naik, Rencana Damai Israel-Lebanon Jadi Sorotan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak dunia ditutup menguat untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis (9/4/2026), di tengah perdagangan yang volatil seiring bertahannya gencatan senjata rapuh di Timur Tengah dan pernyataan Israel yang siap memulai negosiasi langsung dengan Lebanon secepatnya.

Pada awal sesi, mengutip Reuters, keraguan terhadap ketahanan gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran pembatasan aliran energi melalui Selat Hormuz masih berlanjut, sehingga mendorong harga naik lebih dari 5 persen.

Kenaikan tersebut kemudian terpangkas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan telah menginstruksikan pejabat untuk membuka pembicaraan damai dengan Lebanon, termasuk membahas perlucutan senjata Hizbullah.

Minyak mentah Brent ditutup meningkat 1,2 persen menjadi USD95,92 per barel, setelah sempat menyentuh tertinggi harian di USD99,50.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup melesat 3,7 persen menjadi USD97,87 per barel, jauh di bawah puncak intraday di USD102,70.

Kedua acuan minyak tersebut sebelumnya sempat turun di bawah USD100 per barel pada sesi perdagangan sebelumnya, dengan WTI mencatat penurunan terbesar sejak April 2020 seiring optimisme bahwa gencatan senjata akan membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Namun, efektivitas gencatan senjata masih dipertanyakan setelah lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz turun jauh di bawah 10 persen dari volume normal pada Kamis.

Iran disebut mengendalikan situasi dengan memperingatkan kapal agar tetap berada di perairan teritorialnya, sementara harga beberapa minyak fisik mencetak rekor tertinggi baru.

Selat Hormuz menghubungkan pasokan dari produsen Teluk seperti Irak, Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar ke pasar global, serta biasanya mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Arab Saudi kembali muncul setelah kantor berita negara SPA melaporkan serangan telah memangkas kapasitas produksi minyak kerajaan sekitar 600.000 barel per hari dan menurunkan aliran pipa East-West sekitar 700.000 barel per hari.

Laporan tersebut sempat mendorong Brent dan WTI naik lebih dari USD1 per barel dalam perdagangan setelah penutupan.

Trader minyak berbasis Dubai Shohruh Zukhritdinov mengatakan pasar mulai menyadari bahwa meski Selat Hormuz dibuka kembali, fleksibilitas ekspor Arab Saudi tetap terganggu selama beberapa pekan.

“Sekarang dengan infrastruktur Saudi terkena serangan, pasar menyadari bahwa bahkan jika Hormuz dibuka besok, fleksibilitas ekspor Saudi akan terganggu selama berminggu-minggu,” ujarnya.

Israel juga dilaporkan membombardir lebih banyak target di Lebanon pada Kamis, yang berpotensi membahayakan gencatan senjata.

Wakil Presiden Senior Perdagangan BOK Financial Dennis Kissler mengatakan harga minyak mulai memulihkan sebagian kerugian hari sebelumnya karena lalu lintas di Selat Hormuz masih sangat terbatas dan jauh di bawah ekspektasi pasar.

“Kontrak minyak mentah mengambil kembali sebagian kerugian kemarin karena Selat Hormuz masih hanya dilalui sebagian kecil lalu lintas, jauh lebih rendah dari yang diperkirakan pasar,” katanya.

Kepala Strategi Investasi Wealth Club Susannah Streeter menambahkan, risiko tidak akan hilang dalam waktu singkat meski pengiriman kembali berjalan.

“Bahkan jika pengiriman kembali normal, risikonya tidak akan hilang dalam semalam. Kapal tanker mungkin harus melewati perairan yang dipenuhi ranjau dan kehadiran militer yang meningkat, yang akan menjaga premi asuransi dan biaya pengiriman tetap tinggi,” ujarnya.

Para perusahaan pelayaran pada Rabu menyatakan masih membutuhkan kejelasan terkait syarat gencatan senjata sebelum kembali melintasi Selat Hormuz.

Media Iran melaporkan bahwa pemerintah telah menerbitkan peta jalur aman untuk membantu kapal menghindari ranjau dan menentukan rute pelayaran yang aman. (Aldo Fernando)

SHARE