MARKET NEWS

Harga Tembaga Siap Cetak Penguatan 10 Pekan Beruntun

TIM RISET IDX CHANNEL 04/09/2026 13:27 WIB

Harga tembaga menguat tipis pada perdagangan Jumat (4/9/2026) dan diperkirakan mengakhiri pekan di zona positif.

Harga Tembaga Siap Cetak Penguatan 10 Pekan Beruntun. (Foto: iStock)

IDXChannel - Harga tembaga menguat tipis pada perdagangan Jumat (4/9/2026) dan diperkirakan mengakhiri pekan di zona positif.

Penguatan tersebut didukung pelemahan tajam dolar AS pada perdagangan sebelumnya, yang mampu mengimbangi meredanya kekhawatiran terhadap pasokan tembaga.

Harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,06 persen menjadi USD14.342 per ton pada pukul 10.00 WIB.

Dengan demikian, tembaga berada berpotensi mencatat kenaikan tipis 0,03 persen sepanjang pekan ini, sekaligus memperpanjang tren penguatan menjadi 10 pekan berturut-turut.

Di Shanghai Futures Exchange (SHFE), kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan naik 0,58 persen menjadi 109.170 yuan per ton.

Dolar AS jatuh pada perdagangan Kamis setelah ekspektasi kenaikan suku bunga mereda menyusul pernyataan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, seperti dikutip Reuters, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September berada di posisi berimbang, setelah sehari sebelumnya peluang tersebut hampir mencapai dua pertiga.

Pelemahan dolar AS dapat menopang harga komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut karena membuat komoditas menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Sementara itu, suku bunga yang lebih rendah dapat mendukung permintaan logam industri dengan mendorong aktivitas ekonomi.

Pergerakan harga tembaga sepanjang pekan ini cenderung fluktuatif.

Harga sempat tertekan pada awal pekan akibat kembali menguatnya kekhawatiran terhadap suku bunga, serta persepsi pasar bahwa kondisi pasokan fisik tembaga mulai tidak terlalu ketat.

Selisih harga tembaga tunai dan kontrak tiga bulan di LME menyempit menjadi backwardation USD57,93 per ton, dari USD171,40 per ton pada pekan sebelumnya.

Kondisi backwardation menunjukkan harga untuk pengiriman segera masih berada di atas harga kontrak untuk pengiriman beberapa bulan mendatang.

Aluminium Ikut Menguat

Di sisi lain, harga aluminium di LME bergerak naik mendekati level tertinggi dalam hampir tiga pekan, didorong ketatnya pasokan dan kekhawatiran terkait ketersediaan logam tersebut.

Harga aluminium LME naik 0,2 persen dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan 2,16 persen sepanjang pekan ini.

Selisih harga aluminium tunai dan kontrak tiga bulan juga berbalik menjadi sedikit backwardation pada Kamis (3/9/2026), yang mengindikasikan ketersediaan aluminium dalam jangka pendek semakin ketat.

Di SHFE, harga aluminium naik 0,25 persen setelah memangkas sebagian penguatan sebelumnya. Harga sempat menyentuh 24.510 yuan per ton, level tertinggi sejak 4 Juni 2026.

Pada kelompok logam LME lainnya, harga seng relatif stagnan dengan kenaikan 0,01 persen. Harga timbal naik 0,11 persen, nikel menguat 0,17 persen, sedangkan timah turun 0,27 persen.

Sementara di SHFE, harga seng naik 0,54 persen, timbal relatif stabil dengan penurunan 0,03 persen, nikel turun 0,57 persen, sedangkan timah menguat 0,67 persen. (Aldo Fernando)

SHARE