MARKET NEWS

Hashim Sebut Prabowo Marah Besar Saat IHSG Jatuh, Singgung Soal Kehormatan Negara

Tangguh Yudha 11/02/2026 18:32 WIB

Presiden Prabowo Subianto dilaporkan marah besar saat mendengar kabar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh beberapa waktu lalu.

Presiden Prabowo Subianto dilaporkan marah besar saat mendengar kabar IHSG jatuh beberapa waktu lalu. (Foto: iNews Media/Binti Mufarida)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto dilaporkan marah besar saat mendengar kabar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh imbas keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan saham-saham Indonesia.

Hal itu diungkap langsung oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan sekaligus adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. Kemarahan Prabowo karena isu transparansi di pasar modal yang menjadi alasan MSCI yang membekukan saham, bahkan mengancam menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Frontier Market.

"Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/2/2026).

Hashim menilai, isu transparansi yang menjadi sorotan MSCI membuat pasar modal Indonesia tidak kredibel. Dia juga mengungkapkan, MSCI sebenarnya telah mengirimkan surat hingga empat kali kepada pemerintah Indonesia atas situasi tersebut.

"Dan (MSCI) ada alasannya, arena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia," katanya.

Pemilik Arsari Group itu menegaskan, persoalan utama dalam dinamika pasar modal adalah soal kepercayaan dan kredibilitas. Dia mengaku telah bertemu dengan delapan investor pada awal pekan ini yang menyampaikan harapan agar pemerintah menjaga integritas pasar.

"Ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita," ujar Hashim.

Pemerintah, lanjut Hashim, berkomitmen menjaga kehormatan dan reputasi Indonesia di mata pelaku pasar global. Dia menekankan bahwa bagi Presiden Prabowo, kehormatan negara merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

"Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," ujar Hashim.

"Jadi, saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan. Kehormatan negara kita dipertaruhkan," tuturnya.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE