MARKET NEWS

IHSG Berakhir Turun 1,48 Persen ke 6.405 Jelang Demo

Desi Angriani 26/08/2026 16:16 WIB

Di awal sesi, indeks saham sempat dibuka hijau ke 6.507,14 hingga berbalik ke titik terendah di 6.413,40.

IHSG Berakhir Turun 1,48 Persen ke 6.405 Jelang Demo (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir anjlok 1,48 persen ke level 6.405,69 pada penutupan perdagangan Rabu (26/8/2026) menjelang aksi unjuk rasa yang digelar esok hari.

Di awal sesi, indeks saham sempat dibuka hijau ke 6.507,14 hingga berbalik ke titik terendah di 6.413,40.

Sepanjang perdagangan, 136 saham menguat, 599 saham melemah, dan 228 saham lainnya stagnan. Transaksi perdagangan menyentuh Rp17,98 triliun, dengan volume 39,70 miliar saham.

Indeks LQ45 tercatat turun 1,46 persen, IDX30 turun 1,28 persen, JII turun 1,66 persen, ISSI turun 1,50 persen, dan SRI-KEHATI anjlok 1,02 persen.

Seluruh sektor berada di zona merah dengan penurunan terbesar pada sektor transportasi sebesar 4,15 persen. Sementara itu,  sektor infrastruktur, siklikal, energi, industri, dan properti kompak turun di kisaran 2 persen.

Selanjutnya, sektor teknologi, barang baku, keuangan dan non siklikal melemah di kisaran 1 persen.

Tiga saham yang memimpin top gainers antara lain PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) naik 34,76 persen, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) naik 25 persen, dan PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik 25 persen.

Sedangkan top losers dihuni oleh PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) turun 14,78 persen, PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) turun 14,73 persen, dan PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) turun 14,62 persen.

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membantah kabar mengenai pembatalan aksi pada 27 Agustus 2026. 

Koordinator AMPB Teguh Istiyanto memastikan demonstrasi tetap berlangsung di depan Gerbang Utama Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

"Demo tetap jalan," kata Teguh saat dikonfirmasi pada Selasa (25/8/2026) malam, dikutip Okezone.com.

Sinarmas Sekuritas menilai, rekam jejak aksi demonstrasi dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa gejolak politik memang dapat memicu shock psikologis terhadap pasar, tetapi efeknya cenderung temporer.

“Pasar hampir selalu rebound setelahnya karena didorong oleh kembalinya kepastian hukum dan evaluasi kebijakan oleh pemerintah,” tulis Sinarmas Sekuritas.

(DESI ANGRIANI)

SHARE