MARKET NEWS

IHSG Berpeluang Uji Resistance 5.540 Pekan Ini, Simak Saham UNTR-BDMN

Rahmat Fiansyah 26/10/2026 07:30 WIB

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguji level resistance 5.500- 5.540 pada perdagangan pekan (26–30 Oktober 2026).

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguji level resistance 5.500- 5.540 pada perdagangan pekan (26–30 Oktober 2026). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguji level resistance 5.500- 5.540 pada perdagangan pekan (26–30 Oktober 2026). Namun, pergerakan indeks masih berpotensi fluktuatif di tengah sentimen global, arus dana asing, dan perkembangan reformasi pasar modal.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan mengatakan, pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan katalis fundamental domestik. Dari global, investor mencermati arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) serta perkembangan geopolitik yang memengaruhi stabilitas harga energi.

Investor global cenderung bersikap wait and see sambil menantikan arah kebijakan moneter The Fed dan perkembangan negosiasi geopolitik yang memengaruhi harga energi.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal III-2026 emiten berkapitalisasi besar (big caps). Kinerja keuangan emiten diharapkan dapat menopang kepercayaan investor terhadap fundamental pasar saham Indonesia.

Selain itu, perkembangan reformasi tata kelola bursa dan transparansi pasar modal menjadi faktor penting menjelang pengumuman indeks MSCI. Pergerakan rupiah dan respons kebijakan Bank Indonesia juga akan dicermati untuk mengantisipasi dampak volatilitas eksternal.

Secara teknikal, David memperkirakan IHSG bergerak variatif dengan peluang menguji area resistance 5.500–5.540 apabila didukung arus transaksi domestik yang solid.

Sebagai konteks, IHSG ditutup di level 5.439 pada Jumat (23/10/2026), menguat 4,90 persen dalam sepekan. Namun, penguatan tersebut terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp8 triliun di pasar reguler. Kondisi ini membuat keberlanjutan pemulihan indeks masih perlu dicermati.

Rekomendasi Saham IPOT Pekan Ini

Di tengah peluang penguatan sekaligus risiko volatilitas pasar, IPOT merekomendasikan tiga saham untuk strategi perdagangan jangka pendek, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). 

Berikut rincian rekomendasi IPOT untuk perdagangan pekan ini:

1. UNTR - Buy
- Harga saat ini: Rp25.300
- Harga masuk: Rp25.300
- Target harga: Rp26.650
- Stop loss: Rp24.500
- Potensi kenaikan: 5,34 persen
- Risk-to-reward ratio: 1:1,7

UNTR dinilai menarik karena berpotensi membentuk pola golden cross pada indikator rata-rata pergerakan harga (moving average/MA) dalam jangka pendek. Indikator smart money pada saham ini juga menunjukkan sinyal masuk dalam lima hari terakhir.

2. BDMN - Buy on Breakout

- Harga saat ini: Rp5.025
- Harga masuk: Rp5.100
- Target harga: Rp5.600
- Stop loss: Rp4.820
- Potensi kenaikan dari harga masuk: 9,80 persen
- Risk-to-reward ratio: 1:1,8

BDMN dinilai memiliki tren naik dalam jangka pendek dan berpotensi menembus level breakout, didukung indikator smart money.

3. PGEO - Buy

- Harga saat ini: Rp1.025
- Harga masuk: Rp1.025
- Target harga: Rp1.100
- Stop loss: Rp990
- Potensi kenaikan: 7,32 persen
- Risk-to-reward ratio: 1:2,1

PGEO menarik dicermati karena konsisten bergerak di atas MA5 dalam jangka pendek dan berpotensi menembus garis tren minor.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE