IHSG Berpotensi Koreksi, Pasar Cermati Tekanan Global hingga Daya Beli Domestik
IHSG akan bergerak dalam rentang 7.800-8.100 dengan volatilitas yang tetap tinggi.
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi koreksi pada perdagangan Rabu (4/2/2026), setelah mencatatkan reli tajam pada sesi sebelumnya.
Analis Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih memperkirakan, IHSG akan bergerak dalam rentang 7.800-8.100 dengan volatilitas yang tetap tinggi dan sentimen global masih menjadi faktor dominan.
"IHSG hari ini diprediksi melemah dalam kisaran 7.800-8.100," tulis Ratih dalam risetnya Rabu (4/2/2026).
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 2,52 persen atau naik sekitar 199 poin ke level 8.122. Rebound tersebut terutama ditopang oleh penguatan saham-saham konglomerasi yang sempat mengalami koreksi di awal pekan.
Meski demikian, penguatan indeks belum sepenuhnya mencerminkan arus dana yang masuk ke pasar. Investor asing tercatat masih membukukan net outflow sebesar Rp833 miliar di seluruh pasar ekuitas domestik.
Secara year to date (ytd) hingga 3 Februari 2026, outflow asing telah mencapai sekitar 10 persen, dengan tekanan jual terutama terjadi pada saham-saham blue chip.
Dari sisi domestik, tekanan juga datang dari data makroekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,15 persen secara bulanan (month on month) pada Januari.
Namun secara tahunan, inflasi masih berada di level 3,5 persen (year on year), tepat di batas atas target Bank Indonesia yang berada di kisaran 1,5-3,5 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun harga barang sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya, tingkat harga secara keseluruhan masih jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Situasi tersebut dinilai tetap menekan daya beli masyarakat, sehingga berpotensi membatasi ruang penguatan pasar saham dalam jangka pendek.
Sementara itu, sentimen global juga cenderung kurang kondusif. Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/2/2026), dengan indeks Nasdaq turun 1,43 persen dan S&P 500 terkoreksi 0,84 persen. Tekanan datang dari meningkatnya volatilitas pasar keuangan global, termasuk di aset kripto.
Di sisi lain, aset safe haven justru kembali diburu. Harga emas melonjak dan rebound ke level USD5.000 per ounce, seiring meningkatnya tensi geopolitik.
Berikut rekomendasi saham Ajaib Sekuritas hari ini:
1. BMRI
Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: 4.830
Target Harga: 4.980
Stop loss: 4.600
BMRI berpotensi bullish continuation di atas MA 5,20. Indikator MACD dalam momentum akumulasi di area support.
2. ANTM
Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: 3.930
Target Harga: 4.150
Stop loss: 3.800
ANTM berpotensi bullish reversal di atas MA 5,20,100. Indikator stochastic crossing di area oversold indikasi rebound jangka pendek.
3. AMRT
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 1.750
Target Harga: 1.810
Stop loss: 1.640
Berpotensi reversal dari area support. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.
(DESI ANGRIANI)