MARKET NEWS

IHSG Berpotensi Volatil Pekan Depan, Pasar Cermati Aturan Konsentrasi Pemegang Saham

Desi Angriani 05/04/2026 11:35 WIB

Pergerakan IHSG pekan depan masih akan dibayangi volatilitas seiring meningkatnya ketidakpastian global hingga sentimen domestik.

IHSG Berpotensi Volatil Pekan Depan, Pasar Cermati Aturan Konsentrasi Pemegang Saham (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan depan masih akan dibayangi volatilitas seiring meningkatnya ketidakpastian global hingga sentimen domestik.

Stockbit menilai, pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu gejolak di pasar keuangan. 

Hal ini turut menekan IHSG hingga jatuh 2,19 persen ke level 7.026,8 pada penutupan perdagangan Kamis (2/4/2026).

Dalam pidatonya, Trump menyebut bahwa operasi militer AS di Iran hampir selesai, namun di sisi lain juga mengisyaratkan potensi serangan lanjutan dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Pernyataan tersebut memunculkan ketidakpastian mengenai akhir konflik, termasuk nasib jalur distribusi energi global di Selat Hormuz. 

Trump hanya menyatakan bahwa jalur tersebut akan terbuka secara alami setelah konflik berakhir, tanpa memberikan rincian skema yang jelas.

Di tengah situasi tersebut, harga minyak mentah dunia melonjak signifikan. Minyak Brent tercatat naik 3,25 persen ke level USD104,5 per barel pada Kamis (2/4/2026) pagi dan kembali menguat hingga USD108,8 per barel pada sore hari. 

Kenaikan harga energi ini turut memperburuk sentimen pasar, khususnya bagi negara-negara importir minyak.

Tekanan juga terlihat di pasar saham regional Asia. Indeks Nikkei melemah 2,38 persen, Kospi turun 4,47 persen, dan Hang Seng terkoreksi 0,7 persen, mencerminkan meningkatnya aversi risiko di kalangan pelaku pasar global.

Selain faktor eksternal, investor juga diminta mencermati sentimen domestik, khususnya terkait rencana pengumuman daftar konsentrasi pemegang saham
Kebijakan ini berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan saham di dalam negeri, terutama terhadap likuiditas dan persepsi transparansi pasar.

(DESI ANGRIANI)

SHARE