MARKET NEWS

IHSG Berubah Arah Jadi Merah di Menit Akhir akibat Rebalancing MSCI, BBCA Turun Lebih dari 4 Persen

TIM RISET IDX CHANNEL 29/05/2026 16:16 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada Jumat (29/5/2/26), dengan saham-saham bank besar menjadi pemberat utama pasar.

IHSG Berubah Arah Jadi Merah di Menit Akhir akibat Rebalancing MSCI, BBCA Turun Lebih dari 4 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada Jumat (29/5/2/26), dengan saham-saham bank besar menjadi pemberat utama pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah tipis 0,05 persen ke level 6.127,38 hingga penutupan pukul 16.00 WIB, setelah sempat menguat 0,83 persen hingga pre-closing di 15.49 WIB.

Saham-saham bank besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun tajam 4,60 persen ke Rp5.700 per unit, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang terkoreksi 3,91 persen menjadi Rp2.950 per unit, hingga emiten Grup Barito PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang tergelincir 6,05 persen ke Rp1.785 per unit, menjadi laggard utama indeks hari ini.

Menariknya, saham-saham Grup Barito lainnya malah terbang tinggi, kendati beberapa di antaranya keluar dari indeks MSCI. Sebut saja, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menyentuh auto rejection atas (ARA) 25 persen. Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pun tak mau kalah, melonjak 12,58 persen.

Nilai transaksi mencapai Rp48,35 triliun, tergolong jumbo seiring efektifnya rebalancing indeks global MSCI pada penutupan pasar. Sementara, volume perdagangan 43,05 miliar saham.

Sebanyak 430 saham melemah, 284 menguat, dan 245 sisanya stagnan.

Menurut Phintraco Sekuritas, efektifnya rebalancing indeks MSCI pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026) memicu penyesuaian portofolio oleh manajer investasi global yang mengikuti indeks tersebut.

Kondisi ini dinilai mendorong aksi jual signifikan, terutama pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI, sekaligus meningkatkan volatilitas pasar.

Phintraco mencatat saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index meliputi AMMN, BRPT, TPIA, CUAN, dan DSSA. Sementara AMRT turun kelas dari MSCI Global Standard ke MSCI Small Cap Index.

Sementara, saham yang dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index yakni ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.

Senada, BRI Danareksa Sekuritas juga menilai, saham yang keluar dari indeks MSCI berpotensi mengalami tekanan jual akibat aksi rebalancing fund asing dan ETF berbasis MSCI. Volatilitas pasar juga diperkirakan meningkat menjelang akhir Mei seiring penyesuaian portofolio investor institusi.

Selain itu, tidak adanya saham baru Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index dinilai menjadi sentimen tersendiri bagi pasar domestik.

BRI Danareksa Sekuritas juga mencatat jadwal review MSCI berikutnya akan diumumkan pada 12 Agustus 2026 dan efektif berlaku mulai 1 September 2026. (Aldo Fernando)

SHARE