MARKET NEWS

IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Cenderung Melemah, Simak Saham Pilihan Hari Ini

Michelle Natalia 07/08/2023 06:00 WIB

Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project William Hartanto menyebutkan, IHSG memiliki demand zone pada area 6.784-6.809.

IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Cenderung Melemah, Simak Saham Pilihan Hari Ini. (Foto MNC Media)

IDXChannel - Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project William Hartanto menyebutkan, IHSG memiliki demand zone pada area 6.784-6.809. Area ini diperkirakan bisa tercapai sepekan ke depan.

"Untuk faktor teknikal, konfirmasi patah tren, indikator MACD menunjukkan pembentukkan dead cross mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan untuk IHSG," kata William dalam risetnya di Jakarta, Minggu (6/8/2023). 

"Memperhatikan faktor-faktor di atas, hari ini kami memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung melemah dalam range 6.784-6.900," ucap William.

Sementara itu, berikut beberapa saham yang direkomendasikan buy secara teknikal.

Pertama SMRA dengan rekomendasi buy, support 640, resistance 740. Pembentukan demand zone pada area 640-660.

Kemudian BMRI, buy, support 5.625, dengan koreksi sehat dalam penguatan menuju all time high.

"HAIS, buy, support 288, resistance 328. Trend following. Penguatan lanjutan di atas support MA5 dan MA20," sambung William. 

Terakhir, UNVR, buy, support 3.650, resistance 3.840. "Trend following. Pelemahan lanjutan di bawah resistance MA5 dan MA20," pungkasnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar -45,23 poin (-0,66%) menuju 6.852,84 pada perdagangan hari Jumat (4/8/2023) lalu.

Sebanyak 227 saham menguat, 281 saham menurun, dan 237 saham tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan kemarin. Nilai transaksi mencapai Rp7.876 triliun (all market).

"Kesimpulan dari perdagangan hari sebelumnya, pelemahan lanjutan IHSG, hal ini sudah terbaca sejak gagalnya penembusan level 6.900. Level 6.900 juga menjadi resistance MA5 di mana mempertegas koreksi IHSG belum berakhir," ungkap William.

Nilai transaksi IHSG pada perdagangan hari Jumat pekan lalu menurun, hal ini menjadi indikasi positif karena memperlihatkan adanya tekanan jual yang berkurang.

(YNA)

SHARE