IHSG Diproyeksi Bergerak Variatif di Tengah Tekanan Rupiah dan Outflow Asing
IHSG diproyeksi bergerak dalam rentang 6.550 hingga 6.700.
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (19/5/2026) di tengah tekanan nilai tukar rupiah, aksi jual investor asing, serta dinamika sentimen global.
Analis Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 6.550 hingga 6.700.
"IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam kisaran 6.550-6.700," kata Ratih dalam risetnya, Selasa (19/5/2026).
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 1,85 persen atau turun 124,8 poin ke level 6.599, melanjutkan tren koreksi selama lima hari berturut-turut.
Dari sentimen domestik, tekanan terhadap pasar saham turut dipengaruhi aksi outflow investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp460 miliar pada perdagangan kemarin.
Selain itu, nilai tukar rupiah di pasar spot sempat menyentuh level psikologis baru di Rp17.700 per dolar Amerika Serikat.
Ratih menilai, langkah intervensi yang dilakukan Bank Indonesia menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
BI tercatat telah menyiapkan tujuh langkah stabilisasi rupiah, mulai dari intervensi aktif di pasar valuta asing, peningkatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, hingga pembatasan pembelian dolar AS maksimal USD25 ribu.
Selain itu, bank sentral juga memperkuat intervensi di pasar offshore non-deliverable forward (NDF), menjaga likuiditas perbankan, serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas perbankan dan korporasi.
Mulai 1 Juni 2026, pemerintah juga mewajibkan maksimal 50 persen devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) disimpan selama 12 bulan di bank-bank Himbara dan dikonversi ke rupiah, kecuali sektor minyak dan gas yang diberi ketentuan penempatan selama tiga bulan.
Pasar saat ini juga menantikan keputusan suku bunga acuan BI-Rate pekan ini yang diperkirakan naik 25 basis poin guna menopang stabilitas rupiah.
Dari eksternal, pergerakan bursa saham Amerika Serikat cenderung melemah terbatas. Indeks Nasdaq turun 0,51 persen, sedangkan S&P 500 terkoreksi 0,07 persen pada perdagangan 18 Mei 2026.
Pelaku pasar global kini menanti laporan keuangan NVIDIA untuk mengukur keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) di Wall Street.
Sementara itu, konflik di Timur Tengah juga masih menjadi perhatian pasar. Amerika Serikat dan Iran disebut masih melakukan revisi proposal untuk mengakhiri perang.
Presiden Donald Trump dilaporkan menunda rencana serangan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5/2026).
Pernyataan tersebut membuat reli harga minyak mentah Brent tertahan, dengan harga terkoreksi 2,18 persen ke level USD109 per barel.
Rekomendasi saham Ajaib Sekuritas hari ini:
1. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)
Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: 2.940
Target Harga: 3.050
Stop loss: 2.850
EXCL posisi haga di area support, berpotensi reversal membentuk inverse hammer. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas indikasi rebound.
2. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: 1.780
Target Harga: 1.830
Stop loss: 1.700
MYOR berpotensi rebound dari area support membentuk bullish spinning top di area support. Indikator stochastic crossing mendekati area oversold.
3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Rekomendasi: Trading Buy
Harga Penutupan: 540
Target Harga: 560
Stop loss: 520
MBMA trading jangka pendek, buy on pullback. Indikator MACD bar histogram positif dalam momentum akumulasi.
(DESI ANGRIANI)