IHSG Diproyeksi Fluktuatif, Pasar Cermati Saham Konglomerasi
IHSG akan bergerak dalam rentang 8.700-8.780.
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada Senin (5/1/2026), seiring pelaku pasar mencermati lanjutan sentimen awal tahun, arus dana asing, serta rilis data ekonomi domestik.
Analis Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menyebutkan, IHSG akan bergerak dalam rentang 8.700-8.780. Proyeksi tersebut menyusul penguatan signifikan IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (2/1/2026) lalu, di mana indeks menguat 1,17 persen atau bertambah 101,19 poin ke level 8.748.
"IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam range 8.700-8.780," tulis Ratih dalam riset hariannya, Senin (5/1/2025).
Dari dalam negeri, pasar saham Indonesia membuka tahun 2026 dengan sentimen positif yang ditopang oleh inflow investor asing. Tercatat, dana asing masuk sebesar Rp1,06 triliun di seluruh pasar ekuitas pada perdagangan perdana tahun ini. Kenaikan IHSG juga didorong oleh performa saham-saham konglomerasi yang kembali menjadi motor penggerak indeks.
Dari sisi emiten, perhatian pasar tertuju pada PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang telah mempublikasikan harga teoritis Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebesar Rp472 per saham. Harga tersebut mengacu pada rasio HMETD 3:4 dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham, yang diperkirakan akan terefleksi dalam perdagangan hari ini.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting, seperti inflasi dan neraca perdagangan, yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.
Dari mancanegara, sentimen eksternal cenderung kondusif. Bursa Wall Street ditutup menguat terbatas pada akhir pekan lalu, dengan Indeks Dow Jones naik 0,66 persen dan S&P 500 menguat 0,19 persen. Di pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Februari 2026 naik tipis 0,19 persen ke level USD57,4 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer di Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro, yang kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba.
Meski demikian, pasar global relatif merespons terbatas. Pasar Asia Pasifik secara intraday justru menguat, dengan indeks Nikkei 225 melonjak 2,70 persen dan KOSPI naik 1,82 persen pada awal perdagangan Senin.
Menurut Ratih, minimnya respons negatif pasar mencerminkan bahwa konflik tersebut belum menyebar ke negara lain dan belum memicu intervensi lanjutan. Kondisi ini membuat pasar belum memasukkan premi risiko geopolitik tambahan, termasuk pada harga minyak.
Berikut rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas:
1. PT Indika Energy Tbk (INDY)
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 2.260
Target Harga: 2.360
Stop loss: 2.100
INDY sideways berpotensi bullish continuation di atas MA 5,20,50 setelah breakout pola inverse head and shoulder. Pertimbangkan posisi support kuat di area 2.100.
2. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 620
Target Harga: 650
Stop loss: 590
MBMA breakout resistance setelah berhasil tutup di atas 600. Indikator MACD bar histogram dalam momentum akumulasi.
3. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 6.300
Target Harga: 6.550
Stop loss: 6.000
RAJA berpotensi bullish continuation membentuk rounding bottom. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.
(DESI ANGRIANI)