MARKET NEWS

IHSG Hari Ini Berpotensi Konsolidasi Menguat Terdorong Data Ekonomi AS dan Domestik

Febrina Ratna Iskana 12/01/2026 06:00 WIB

IHSG pada awal pekan ini diproyeksi menguat. Hal itu ditopang oleh sentimen positif terkait data ekonomi Indonesia dan AS.

IHSG Hari Ini Berpotensi Konsolidasi Menguat Terdorong Data Ekonomi AS dan Domestik. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diproyeksi menguat. Hal itu ditopang oleh sentimen positif terkait data ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana Hans Kwee mengatakan IHSG pada Senin (12/1/2026) berpotensi konsolidasi menguat dengan support di level 8.900-8,732 dan resistance di level 9,002-9,050.

Sentimen yang memengaruhi gerak IHSG berasal AS di mana rotasi sektor mulai terlihat di Wall Street. Investor memilih saham AI pemenang dan melepas saham-saham pecundang.

Selain itu saham yang memiliki value lebih diminati dibanding growth serta saham small caps. “Tampaknya investor mulai rasional dan memilih saham yang sudah dapat monetisasi potensinya,” kata Hans kepada IDX Channel, Minggu (11/1/2026).

Selain itu, data nonfarm payrolls yang lebih rendah dari perkiraan, tetapi angka Pengangguran AS turun membuat potensi pemotongan bunga tetap diperkirakan 2 kali. Meskipun pada Januari ini, the Fed berpotensi mempertahankan bunganya.

Faktor lainnya yaitu tensi geopolitik masih tetap tinggi mulai dari demonstrasi di Iran, perang Rusia Ukraina, dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. “Semua isu ini mempengaruhi sentimen pasar saham dan juga meningkatkan Volatilitas harga minyak dunia., “ kata dia.

Dari dalam negeri, perekonomian Indonesia di penutup  2025 tetap resilien, didukung aktivitas manufaktur yang masih ekspansif, inflasi yang terkendali, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus.

Faktor-faktor tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2026 dan menjadi sentimen positif untuk bursa saham. “Pekan depan pelaku pasar menantikan data inflasi level konsumen dan produsen, penjualan ritel dari AS,” ujarnya.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE